Masohi - Info Digital Akurat - Upaya memperkuat kerukunan dan menjaga suasana damai menjelang berbagai perayaan keagamaan terus dilakukan di Kabupaten Maluku Tengah. Pemerintah daerah bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para tokoh agama sepakat menandatangani himbauan bersama yang bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah. Penandatanganan tersebut berlangsung di sela kegiatan Buka Puasa Bersama antara Pemerintah Daerah Maluku Tengah, unsur Forkopimda dan tokoh agama di Baileo Soekarno, Sabtu (14/3/2026).
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh agama untuk terus merawat keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk di Maluku Tengah.
Menurutnya, nilai toleransi dan semangat hidup orang basudara yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat perlu terus dijaga, terutama saat umat beragama tengah menjalankan ibadah dan merayakan hari-hari besar keagamaan.
“Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk menjaga suasana yang harmonis, menghormati umat beragama dalam menjalankan ibadahnya, serta merawat nilai-nilai toleransi dan kemajemukan yang menjadi kekuatan masyarakat Maluku Tengah,” ujar Bupati.
Dalam himbauan bersama tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang disepakati yaitu:
- Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka) 1948, serta Perayaan Paskah pada bulan April.
- Menghormati setiap pelaksanaan ibadah umat beragama sebagai wujud harmoni kehidupan antarumat beragama.
- Menghindari segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, serta penyebaran informasi yang tidak benar (hoaks) yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
- Menjaga toleransi serta memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama sebagai wujud nyata kehidupan orang basudara yang harmonis.
- Tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat, termasuk penggunaan petasan secara berlebihan atau aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
- Pelaksanaan takbiran difokuskan di masjid dan musholla, serta menghindari konvoi kendaraan atau kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan masyarakat.
- Mengedepankan musyawarah dan koordinasi dengan aparat maupun tokoh agama apabila terjadi persoalan di lingkungan masing-masing.
Bupati juga berharap himbauan bersama ini dapat disosialisasikan secara luas kepada seluruh masyarakat di Maluku Tengah agar pesan persatuan, ketertiban, dan saling menghormati dapat dipahami serta dijalankan bersama.
Dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai, masyarakat Maluku Tengah diharapkan dapat menyambut setiap perayaan keagamaan dengan damai dan penuh sukacita, sehingga nilai persaudaraan yang telah terjalin kuat terus menjadi cahaya yang menerangi kehidupan orang basudara di bumi Pamahanunusa.
