Info Digital Akurat: Pendidikan
Foto utama artikel
Foto potret tambahan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2026

Kendala Jaringan Sempat Ganggu TKA, Kemendikdasmen Siapkan Sesi Khusus bagi Murid Terdampak

Oktober 27, 2026


Jakarta - Info Digital Akurat - Komitmen menjaga kelancaran dan keadilan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Di tengah pelaksanaan asesmen jenjang SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat pada 26–27 Oktober 2026, kendala jaringan sempat terjadi pada sesi pertama hari kedua dan berdampak pada sebagian murid. Meski demikian, sesi kedua berlangsung lancar, Selasa (27/10/2026).


Kendala teknis tersebut langsung menjadi perhatian Kemendikdasmen melalui koordinasi dan pemantauan bersama pihak terkait antarkementerian dan lembaga. Upaya penanganan terus dioptimalkan agar pelaksanaan asesmen berjalan sesuai prosedur serta setiap murid memperoleh kesempatan yang adil untuk mengikuti evaluasi kemampuan akademik.


Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pemantauan dan koordinasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan TKA di berbagai wilayah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada satuan pendidikan dan petugas lapangan yang telah bekerja sama menjaga pelaksanaan asesmen tetap berjalan di tengah kendala yang terjadi.


Sebagai langkah tindak lanjut, Kemendikdasmen menyediakan sesi khusus bagi murid yang mengalami kendala dan membutuhkan penjadwalan ulang. Sesi tersebut dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Kebijakan ini memastikan murid yang terdampak tetap memiliki kesempatan mengikuti asesmen dengan mengedepankan prinsip objektivitas, kejujuran, dan keadilan.


Kemendikdasmen turut mengapresiasi dukungan satuan pendidikan, proktor, pengawas, dinas pendidikan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TKA. Para murid juga diimbau untuk tetap tenang, percaya pada kemampuan diri, serta menjalani setiap tahapan asesmen dengan semangat jujur dan gembira. Sebab, kualitas pendidikan bukan hanya diukur dari hasil yang dicapai, tetapi juga dari komitmen memastikan setiap murid memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Minggu, 25 Oktober 2026

Perkuat Evaluasi Pendidikan, Kadisdikbud Maluku Resmi Buka TKA 2026/2027 yang Diikuti 27.032 Siswa dari 412 Sekolah

Oktober 25, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui kegiatan pembukaan yang dilaksanakan secara daring (online), Senin (26/10/2026).


Dalam sambutannya, Dr. Sarlota menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar agenda evaluasi pendidikan, melainkan langkah strategis untuk memetakan kemampuan akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan menengah di Provinsi Maluku.


Pelaksanaan TKA tahun ini diikuti sebanyak 27.032 peserta didik dari 412 sekolah penyelenggara yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku. Adapun pelaksanaan gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.


Menurut Dr. Sarlota, pelaksanaan TKA memiliki peran penting dalam memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademik peserta didik. Hasilnya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.


Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan TKA harus berlandaskan tiga prinsip utama, yakni kejujuran, kerahasiaan, dan akuntabilitas. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara profesional, tertib, berintegritas, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kepada seluruh peserta didik yang mengikuti TKA, Dr. Sarlota berpesan agar mereka mengerjakan setiap tahapan tes dengan sungguh-sungguh, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran.


Ia mengingatkan agar TKA tidak dipandang sebagai beban ataupun sumber ketakutan, melainkan sebagai kesempatan bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri, mengukur kemampuan akademik, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


“Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh hasil tes, tetapi juga oleh karakter, kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar,” pesan Dr. Sarlota kepada para peserta didik.


Pada kesempatan tersebut, Dr. Sarlota turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah, guru, pengawas, proktor, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras serta menunjukkan komitmen dalam mempersiapkan pelaksanaan TKA Tahun Pelajaran 2026/2027.


Ia meminta seluruh unsur penyelenggara memastikan setiap proses berjalan secara tertib, objektif, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme serta koordinasi yang baik dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tes di seluruh sekolah penyelenggara di Provinsi Maluku.


Mengakhiri sambutannya, Dr. Sarlota menyatakan secara resmi dibukanya Tes Kemampuan Akademik Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku, seraya memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh rangkaian pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.


Ia berharap momentum pelaksanaan TKA ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


“Selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Tetap semangat, junjung tinggi kejujuran, dan berikan kemampuan terbaik kalian untuk mengukir Maluku yang cerdas, bermutu, dan maju,” pesannya.


Pelaksanaan TKA 2026/2027 diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemetaan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Maluku.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Rabu, 14 Oktober 2026

BPMP Maluku Tinjau Hasil Revitalisasi SMP Hang Tuah Ambon, Fasilitas Belajar Kini Lebih Layak dan Nyaman

Oktober 14, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Ketua Pengurus Daerah (Kapengda) Ambon Yayasan Hang Tuah, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menerima kunjungan kerja Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di SMP Hang Tuah Ambon, Halong, Kota Ambon, Rabu (14/10/2026).


Kunjungan tersebut untuk meninjau hasil program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah yang kini menunjang proses pembelajaran lebih aman, nyaman, dan kondusif.


Dalam kegiatan tersebut, Kapengda Ambon Yayasan Hang Tuah didampingi Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rohman Arif, S.Sos., mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Turut hadir pengurus Yayasan Hang Tuah Ambon, para guru, serta siswa-siswi SMP Hang Tuah Ambon.

Sementara itu Tim BPMP Provinsi Maluku  Kasubbag BPMP Rusman Lasahia, S.Pd., M.Si., diwakili tim humas, Dani Latuconsina, dan rombongan.


Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan terhadap hasil pelaksanaan program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, sejumlah fasilitas SMP Hang Tuah Ambon mengalami kerusakan dan dinilai kurang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.


Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terkendala kebocoran atap saat musim hujan sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melalui program revitalisasi, perbaikan dilakukan pada sejumlah fasilitas utama sekolah, meliputi tiga ruang kelas, tiga ruang administrasi, satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), satu laboratorium IPA, satu perpustakaan, serta enam unit toilet.


Perbaikan tersebut tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga diharapkan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak, sehat, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.


Ketersediaan ruang kelas yang memadai, laboratorium yang dapat digunakan secara optimal, serta fasilitas sanitasi yang layak merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan efektivitas pembelajaran.

Kapengda Ambon Yayasan Hang Tuah, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program revitalisasi tersebut.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas terlaksananya revitalisasi sarana dan prasarana SMP Hang Tuah Ambon. Gedung dan ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan kini menjadi jauh lebih layak, aman, dan nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.


Ia berharap, fasilitas yang telah diperbaiki dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus memotivasi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan lingkungan sekolah yang lebih baik, proses pendidikan diharapkan semakin optimal dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Sementara itu, perwakilan tim BPMP Provinsi Maluku, Dani Latuconsina, mengapresiasi pengelolaan dan pemanfaatan bantuan revitalisasi di SMP Hang Tuah Ambon. Menurutnya, hasil pekerjaan yang ditinjau menunjukkan perhatian terhadap kerapian dan kualitas fisik bangunan.


“Kami memberikan apresiasi kepada Yayasan Hang Tuah Ambon dan pengelola sekolah atas pelaksanaan program revitalisasi ini. Kami berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah dalam jangka panjang,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, pihak Yayasan Hang Tuah Ambon bersama keluarga besar SMP Hang Tuah Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas dukungan pemerintah dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Program revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan, khususnya di lingkungan Yayasan Hang Tuah Ambon. Dengan fasilitas sekolah yang lebih layak dan memadai, kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung semakin efektif serta mampu mendukung lahirnya generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Senin, 12 Oktober 2026

KUA Salahutu Bersama MUI Maluku dan Densus 88 Gelar BRUS, Perkuat Karakter Pelajar SMP 7 Malteng

Oktober 12, 2026


Salahutu - Info Digital Akurat - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salahutu melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP 7 Maluku Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui edukasi keagamaan, pembentukan karakter, serta penanaman nilai-nilai moral dan kebangsaan bagi para pelajar.

‎

‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ustadz Muchsin Tawainella, S.E., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Prof. Dr. H. Abdullah Latuapo, M.Pd., Kanit Intel Densus 88, AKP Irawan Rumasoren serta Tokoh Agama. Kehadiran para pemateri dari berbagai unsur ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada generasi muda di lingkungan sekolah, Senin (12/10/2026).

‎Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari Kepala KUA Kecamatan Salahutu mengenai pentingnya pembinaan karakter remaja, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pembentukan sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar juga diarahkan untuk memahami pentingnya menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.

‎

‎Selanjutnya, Kepala MUI Provinsi Maluku memberikan materi yang berkaitan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, dan pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui penyampaian materi tersebut, para pelajar diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai moral dan ajaran agama dalam pergaulan, sekaligus membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman.

‎Sementara itu, Kanit Intel Densus 88 turut memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh negatif di lingkungan pergaulan maupun informasi yang beredar di media sosial. Edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran siswa agar lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang menyesatkan, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh yang dapat merusak masa depan.

‎

‎Pelaksanaan program BRUS ini diharapkan menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi para siswa SMP 7 Malteng dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja. Melalui pembekalan dari KUA, MUI, dan Densus 88, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak baik, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

‎Kegiatan berlangsung dengan penyampaian materi oleh masing-masing pemateri sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pembinaan generasi muda. Kolaborasi antara lembaga keagamaan, unsur masyarakat, dan aparat terkait diharapkan dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

‎

‎Sebagai penutup, kegiatan BRUS di SMP 7 Malteng diakhiri dengan sesi foto bersama antara para pemateri, pihak sekolah, tokoh agama dan peserta kegiatan. Momen tersebut menjadi dokumentasi kebersamaan sekaligus menandai terlaksananya kegiatan pembinaan remaja usia sekolah yang diharapkan memberikan dampak positif bagi para pelajar.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Kamis, 08 Oktober 2026

Lindungi Generasi Muda dari Bullying, Kejati Maluku Gelar Penyuluhan Hukum di SMA Negeri 26 Malteng

Oktober 08, 2026


Hila - Info Digital Akurat - Kejaksaan Tinggi Maluku melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) menggelar kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum dengan mengangkat tema pencegahan aksi bullying dan penyalahgunaan media sosial kepada para pelajar di SMA Negeri 26 Maluku Tengah, yang berlokasi di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Kamis (8/10/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kejaksaan Tinggi Maluku dalam memberikan edukasi dan pemahaman hukum sejak dini kepada para pelajar, khususnya mengenai pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari aksi perundungan (bullying), serta menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi Maluku diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 26 Maluku Tengah, Ayub Mony, S.Pd., bersama para Dewan Guru dan sebanyak 50 orang siswa-siswi yang menjadi peserta kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum.


Kehadiran Tim JMS Kejaksaan Tinggi Maluku dipimpin oleh Plh. Kasi Penkum dan Humas, Aizit P. Latuconsina, S.H., M.H., selaku Ketua Tim. Kegiatan tersebut menghadirkan dua orang narasumber, yakni Michel Gasperz, S.H., M.H., dan Mourits Palijama, S.H., M.H., serta didukung oleh Tim Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, yaitu Ardy, S.H., M.H., Erwin Amiruddin, S.H., Michelle de Fretes, dan Khoirul Ilham.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 26 Maluku Tengah, Ayub Mony, S.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Maluku yang telah memilih SMA Negeri 26 Maluku Tengah sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Jaksa Masuk Sekolah.


Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya bullying serta dampak dari penggunaan media sosial yang tidak dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.


"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Maluku yang telah memilih SMA Negeri 26 Maluku Tengah untuk pelaksanaan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah. Kegiatan ini tentu sangat membantu kami dalam melakukan upaya pencegahan bullying dan penyalahgunaan media sosial di lingkungan sekolah," ujar Ayub.


Sementara itu, Plh. Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Aizit P. Latuconsina, S.H., M.H., selaku Ketua Tim JMS, dalam sambutannya mewakili Pimpinan Kejaksaan Tinggi Maluku menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah, para Dewan Guru serta seluruh siswa-siswi SMA Negeri 26 Maluku Tengah yang telah menerima kunjungan Tim Jaksa Masuk Sekolah.

Ia menjelaskan bahwa program Jaksa Masuk Sekolah merupakan salah satu sarana bagi Kejaksaan untuk memberikan pemahaman hukum kepada generasi muda sejak dini, sehingga para pelajar dapat mengenali berbagai perbuatan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum serta mampu menghindarinya.


Selanjutnya, kedua narasumber secara bergantian menyampaikan materi mengenai pencegahan aksi bullying dan penyalahgunaan media sosial, termasuk bentuk-bentuk bullying, dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menghargai di lingkungan sekolah.


Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab, termasuk konsekuensi hukum terhadap tindakan yang dilakukan melalui media sosial, seperti penyebaran informasi yang merugikan orang lain, penghinaan, intimidasi, ancaman maupun bentuk penyalahgunaan lainnya.

Dalam penyampaian materi, para narasumber mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Para siswa diingatkan agar tidak menjadikan media sosial sebagai sarana untuk melakukan perundungan, menyebarkan konten yang merugikan, ataupun melakukan tindakan yang dapat berdampak pada diri sendiri maupun orang lain.


Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para narasumber terkait berbagai persoalan bullying dan penggunaan media sosial yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini, Kejaksaan Tinggi Maluku berharap para pelajar dapat menjadi generasi muda yang sadar hukum, cerdas dalam bermedia sosial, saling menghargai serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari bullying.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Cegah Korupsi Dana BOSP, Kejati Maluku Beri Penyuluhan Hukum kepada Kepala Sekolah se-Kecamatan Leihitu

Oktober 08, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Kejaksaan Tinggi Maluku melalui Tim Penyuluhan dan Penerangan Hukum menggelar kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) kepada para Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Leihitu.


Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung SD Negeri 112 Maluku, Negeri Kaitetu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan terselenggara atas kerja sama Kepala Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Leihitu, Usman Samal, S.Pd., para Kepala Sekolah tingkat SD-SMP se-Kecamatan Leihitu, dengan Tim Penyuluhan dan Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Maluku.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husein Mukadar, S.IP., M.A., sekaligus membuka kegiatan.


Sementara itu, Tim Penyuluhan dan Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Maluku dipimpin oleh Plh. Kasi Penkum dan Humas, Aizit P. Latuconsina, S.H., M.H., selaku Ketua Tim, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Michel Gasperz, S.H., M.H. dan Mourits Palijama, S.H., M.H. Turut hadir Tim Penkum dan Humas, yaitu Ardy, S.H., M.H., Erwin Amiruddin, S.H., Michelle de Fretes, dan Khoirul Ilham.


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husein Mukadar, S.IP., M.A., menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Maluku atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Menurutnya, kegiatan penyuluhan hukum ini sangat penting sebagai bekal bagi para Kepala Sekolah dalam melaksanakan pengelolaan anggaran negara yang terdapat di masing-masing satuan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Kejaksaan Tinggi Maluku dalam memberikan penyuluhan hukum tentang pencegahan korupsi pengelolaan Dana BOSP kepada para Kepala Sekolah di Kecamatan Leihitu. Harapan kami, kiranya kegiatan ini menjadi momen penting untuk perbaikan dan pencegahan bagi para Kepala Sekolah yang mengelola anggaran negara,” ujar Husein.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Dana BOSP merupakan instrumen penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara tepat sasaran guna menunjang operasional serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.


Ia juga mengingatkan para Kepala Sekolah agar tidak mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan kepentingan sekolah serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan keuangan, manipulasi dokumen, maupun pengeluaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya.


“Jangan pernah mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan kepentingan sekolah. Hindari segala bentuk penyalahgunaan keuangan, manipulasi dokumen serta pengeluaran yang tidak sesuai peruntukannya atau praktik-praktik lain yang dapat menimbulkan kerugian negara,” tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Plh. Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Aizit P. Latuconsina, S.H., M.H., yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.


Aizit menjelaskan bahwa kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum ini merupakan bagian dari rangkaian Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026, sekaligus sebagai upaya memberikan edukasi hukum kepada para Kepala Sekolah agar lebih cermat dan berhati-hati dalam mengelola Dana BOSP.

“Kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum saat ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026. Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi hukum kepada para Kepala Sekolah agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran Dana BOSP,” ungkap Aizit.


Ia menambahkan, pengelolaan anggaran sekolah harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi penggunaan anggaran maupun administrasi keuangan. Menurutnya, permasalahan hukum dapat terjadi bukan hanya karena adanya niat untuk memperoleh keuntungan pribadi, tetapi juga akibat kelalaian dalam melaksanakan pertanggungjawaban administrasi dan pengelolaan keuangan.


Selain itu, penyalahgunaan aset sekolah untuk kepentingan pribadi Kepala Sekolah maupun keluarga juga perlu dihindari. Untuk itu, Kejaksaan hadir dalam rangka memberikan pemahaman sekaligus melakukan langkah-langkah preventif agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, kewenangan maupun aset negara.


“Banyak Kepala Sekolah yang terjerat hukum akibat pengelolaan yang tidak benar. Bukan hanya karena mencari keuntungan pribadi, namun tidak sedikit yang lalai dalam melakukan pertanggungjawaban administrasi keuangan, termasuk pemanfaatan aset sekolah untuk kepentingan pribadi Kepala Sekolah maupun keluarganya. Olehnya itu, kami hadir untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, kewenangan dan aset,” jelasnya.


Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber dari Kejaksaan Tinggi Maluku yang membahas berbagai aspek hukum dalam pengelolaan Dana BOSP, termasuk pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan, tertib administrasi, transparansi, akuntabilitas serta upaya pencegahan terjadinya penyimpangan yang dapat berimplikasi hukum.


Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan diskusi dan tanya jawab secara langsung dengan para narasumber. Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan aktifnya para Kepala Sekolah dalam menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan anggaran dan aset sekolah.

Para peserta menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap program Penyuluhan dan Penerangan Hukum terkait pengelolaan Dana BOSP dapat dilaksanakan secara berkala setiap tahun sebagai bentuk penguatan pemahaman hukum sekaligus langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan satuan pendidikan.


Melalui kegiatan ini, Kejaksaan Tinggi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan upaya pencegahan dan edukasi hukum kepada masyarakat dan para pengelola anggaran negara, sehingga pengelolaan Dana BOSP dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Kamis, 01 Oktober 2026

Miris! Dua Gedung SD Kristen Laturake Rusak Parah, Siswa Terpaksa Belajar di Ruang Alternatif

Oktober 01, 2026


SBB - Info Digital Akurat - Bangunan Sekolah Dasar (SD) Kristen Laturake di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengalami kerusakan parah akibat bencana tanah longsor yang terjadi beberapa tahun lalu.


Kerusakan tersebut berdampak signifikan pada dua unit gedung sekolah. Sebagian besar dinding dan struktur bangunan retak hingga tak layak pakai. Kondisi ini memaksa para siswa dan tenaga pengajar menghentikan aktivitas belajar-mengajar di kedua bangunan tersebut demi keselamatan.

Para siswa terpaksa menempati ruangan alternatif seadanya untuk dapat terus melanjutkan proses pembelajaran.


Pihak sekolah, para orang tua, serta siswa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah. Sebagai wilayah yang masuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), akses terhadap sarana pendidikan yang layak menjadi kebutuhan mendesak bagi anak-anak di pedalaman Taniwel.

Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga Pemerintah Pusat dapat memberikan bantuan pembangunan gedung baru. Bantuan ini diharapkan dapat terealisasi melalui program dana revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu prioritas Program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.


Penulis : Redaksi |     Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Selasa, 29 September 2026

Kepsek dan Bendahara se-Kecamatan Salahutu Diberi Pemahaman Hukum, Kejati Maluku Tekankan Pencegahan Korupsi Dana BOSP

September 29, 2026


Salahutu - Info Digital Akurat - Kejaksaan Tinggi Maluku melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum dalam rangka Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026, dengan mengangkat tema pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) bagi para Kepala Sekolah dan Bendahara tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Selasa (29/9/2026).


Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara Kejaksaan Tinggi Maluku dengan Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Ibrahim Lestaluhu, S.Pd. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan Tinggi Maluku dalam meningkatkan pemahaman hukum serta mendorong terwujudnya tata kelola anggaran pendidikan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.


Hadir mewakili Kejaksaan Tinggi Maluku, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat, Aizit P. Latuconsina, S.H., M.H., Kepala Seksi V Bidang Intelijen, Hasan M. Tahir, S.H., M.H., Ardy, S.H., M.H., serta dua narasumber, yakni Michel Gasperz, S.H., M.H., dan Febiyanti L. Sahetapy, S.H., M.H. Sementara itu, peserta kegiatan terdiri atas para Kepala Sekolah dan Bendahara tingkat SD–SMP se-Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Salahutu, Ibrahim Lestaluhu, S.Pd., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Maluku atas terselenggaranya kegiatan Kampanye Anti Korupsi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para Kepala Sekolah dan Bendahara dalam memahami aspek hukum yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran pendidikan, khususnya Dana BOSP.


Ia menilai, edukasi hukum yang disampaikan secara langsung oleh Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum merupakan langkah preventif yang penting untuk meningkatkan kehati-hatian para pengelola anggaran sekolah, sehingga pelaksanaan dan pertanggungjawaban penggunaan Dana BOSP dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Ibrahim juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman perdana selama dirinya menjabat sebagai Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Salahutu. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran hukum dan memperkuat integritas para tenaga pendidik, khususnya dalam pengelolaan keuangan satuan pendidikan.

Sementara itu, Plh. Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejaksaan Tinggi Maluku, Aizit P. Latuconsina, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti rangkaian kegiatan Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026.


“Atas nama Pimpinan Kejaksaan Tinggi Maluku, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan Bendahara. Semoga pelaksanaan kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum dalam Kampanye Anti Korupsi ini dapat bermanfaat dan menjadi pegangan dalam pengelolaan Dana BOSP di sekolah masing-masing,” ungkap Aizit.


Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh kedua narasumber mengenai berbagai aspek pencegahan dan penanganan tindak pidana korupsi, meliputi indikasi terjadinya korupsi, langkah-langkah pencegahan tindak pidana korupsi, serta penegakan hukum terhadap pelaku korupsi dalam pengelolaan Dana BOSP.

Melalui penyampaian materi tersebut, para peserta diharapkan dapat memahami berbagai potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta melaksanakan pengelolaan dan pertanggungjawaban Dana BOSP secara tertib, transparan, dan akuntabel.


Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi dan konsultasi hukum bagi para Kepala Sekolah dan Bendahara melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Dengan demikian, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka dalam pengelolaan anggaran sekolah.


Kejaksaan Tinggi Maluku berharap kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum melalui Kampanye Anti Korupsi Tahun 2026 ini dapat memperkuat kesadaran hukum dan budaya antikorupsi di lingkungan satuan pendidikan, sekaligus mendorong terciptanya pengelolaan Dana BOSP yang tepat sasaran, bertanggung jawab, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Kejaksaan Tinggi Maluku dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berintegritas serta mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang bersih, transparan, dan bebas dari tindak pidana korupsi.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Kamis, 24 September 2026

Densus 88 Tegaskan Bahaya Radikalisme, Intoleransi dan Ekstremisme di Hadapan Pelajar SMK Rijali

September 24, 2026


Tulehu - Info Digital Akurat - Upaya membangun ketahanan diri generasi muda terhadap berbagai paham dan pengaruh negatif terus dilakukan melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salahutu di SMK Rijali Salahutu.


Dalam kegiatan tersebut, Kanit Intel Densus 88 AKP Irawan Rumasoren memberikan pembekalan kepada para pelajar mengenai bahaya radikalisme, terorisme, intoleransi dan ekstremisme yang dapat memengaruhi generasi muda, termasuk melalui lingkungan pendidikan dan media sosial. Kamis (24/9/2026).


Kegiatan turut dihadiri Kepala Sekolah SMK Rijali Salahutu, Mirna Laila Ohorella, ST., Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo, Kanit Intel Densus 88 AKP Irawan Rumasoren, Rektor UIN AM Sangadji Prof. Dr. H. Abidin Wakano, pegawai KUA Kecamatan Salahutu, serta dewan guru.


Kepala SMK Rijali Salahutu, Mirna Laila Ohorella, ST., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan BRUS di lingkungan sekolah.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta didik karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk memperoleh wawasan dan pemahaman yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.


Ia mengapresiasi KUA Kecamatan Salahutu yang telah melaksanakan kegiatan BRUS di sekolah, khususnya dalam memberikan pembinaan kepada para remaja sejak usia sekolah.


Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., menjelaskan bahwa BRUS merupakan program Kementerian Agama yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda sejak tingkat sekolah.


Menurutnya, pembinaan remaja tidak hanya berkaitan dengan persiapan kehidupan berkeluarga dan pencegahan pernikahan dini, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter serta kemampuan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.


Dalam sesi pembekalan, AKP Irawan Rumasoren mengingatkan para pelajar agar tidak mudah menerima atau mengikuti pemahaman yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, persatuan dan kehidupan bermasyarakat.


Ia menjelaskan bahwa pengaruh paham ekstrem dapat muncul melalui berbagai lingkungan dan saluran informasi, termasuk media sosial. Karena itu, para pelajar perlu memiliki kemampuan untuk mengenali dan menyaring informasi yang diterima.


Menurutnya, sikap yang mulai menjauh dari nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan sosial yang beragam perlu menjadi perhatian. Para pelajar diingatkan untuk tetap menghormati simbol-simbol negara, menjaga persatuan serta menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.


AKP Irawan juga mengingatkan bahwa pemahaman ekstrem dapat berkembang hingga memengaruhi cara seseorang memandang orang lain yang memiliki perbedaan pandangan, bahkan dapat berdampak terhadap hubungan dalam keluarga dan lingkungan sosial.


Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun informasi negatif, terutama yang diperoleh dari media sosial.


“Mari kita selamatkan generasi muda kita dari pemahaman radikalisme, intoleransi, terorisme dan ekstremisme,” pesannya.


Melalui kegiatan BRUS tersebut, KUA Kecamatan Salahutu bersama SMK Rijali Salahutu berupaya memberikan ruang edukasi bagi para pelajar agar memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.


Kolaborasi KUA dan sekolah diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter peserta didik sehingga para pelajar mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan, bersikap bijak dalam menerima informasi serta memiliki ketahanan diri terhadap berbagai paham yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.


Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.


Penulis : Redaksi |     Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

BRUS Di SMK Rijali Salahutu: Pelajar Dibekali Ketahanan Diri Hadapi Radikalisme, Intoleransi dan Pengaruh Negatif Media Sosial

September 24, 2026

Tulehu - Info Digital Akurat - Upaya membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki pemahaman keagamaan yang moderat terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salahutu melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kamis (24/9/2026)


Kegiatan yang merupakan salah satu program Kementerian Agama tersebut dilaksanakan di SMK Rijali Salahutu dengan melibatkan para pelajar sebagai peserta. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Kegiatan turut dihadiri Kepala Sekolah SMK Rijali Salahutu, Mirna Laila Ohorella, ST., Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo, Kanit Intel Densus 88 AKP Irawan Rumasoren, Rektor UIN AM Sangadji Prof. Dr. H. Abidin Wakano, pegawai KUA Kecamatan Salahutu, serta dewan guru.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Rijali Salahutu, Mirna Laila Ohorella, ST., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan BRUS di lingkungan sekolah.


Menurutnya, kehadiran sejumlah tokoh dan narasumber dalam kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah, sekaligus memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan peserta didik.


Kehadiran Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ketua MUI Provinsi Maluku, Kanit Intel Densus 88, serta Rektor UIN AM Sangadji dinilai memberikan wawasan penting bagi para pelajar dalam memahami kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., menjelaskan bahwa BRUS merupakan program Kementerian Agama yang dilaksanakan mulai dari tingkat bawah sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda.


Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah sangat penting dilakukan, salah satunya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. Dengan pembekalan sejak awal, para remaja diharapkan memiliki kesiapan pengetahuan, mental dan karakter ketika kelak memasuki kehidupan berkeluarga.


“Kita melakukan pembinaan mulai dari tingkat bawah agar para remaja memiliki bekal yang baik, termasuk dalam mencegah pernikahan dini dan mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan rumah tangga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah materi disampaikan para narasumber, di antaranya Kanit Intel Densus 88 AKP Irawan Rumasoren, Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo, serta Rektor UIN AM Sangadji Prof. Dr. H. Abidin Wakano.


Kanit Intel Densus 88, AKP Irawan Rumasoren, dalam pemaparannya mengangkat isu radikalisme, terorisme, intoleransi dan ekstremisme yang dapat menyasar generasi muda, termasuk di lingkungan pendidikan.


Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mudah menerima maupun mengikuti pemahaman yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, persatuan dan kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, indikasi seseorang mulai terpengaruh paham ekstrem dapat terlihat dari sikap yang menolak nilai-nilai kebangsaan dan menjauhkan diri dari kehidupan sosial yang beragam.


Ia mencontohkan adanya individu yang menolak menyanyikan lagu Indonesia Raya, menghormati bendera Merah Putih, mengucapkan Pancasila, membacakan undang-undang maupun mengikuti upacara bendera.


Ia juga mengingatkan bahwa pemahaman ekstrem dapat berkembang hingga membuat seseorang menganggap orang lain yang berbeda pandangan sebagai kafir, bahkan berpotensi memengaruhi hubungan dengan anggota keluarga sendiri.

Namun, AKP Irawan menegaskan bahwa pembinaan dan pendekatan yang tepat dapat membantu seseorang kembali memahami pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara.


Dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati perbedaan serta tidak mudah terpengaruh informasi maupun ajakan negatif yang beredar di lingkungan sekitar maupun media sosial.


“Mari kita selamatkan generasi muda kita dari pemahaman radikalisme, intoleransi, terorisme dan ekstremisme,” pesannya.

Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo, menekankan pentingnya membangun sikap toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.


Ia menjelaskan, intoleransi dapat muncul ketika seseorang tidak mampu menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di tengah kehidupan sosial.


Menurutnya, manusia diciptakan dalam keberagaman, baik agama, etnis, suku, bahasa maupun budaya. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling membenci atau merendahkan.

Ia menegaskan bahwa setiap pemeluk agama memiliki tanggung jawab masing-masing kepada Tuhan. Namun, dalam kehidupan kemanusiaan, setiap orang harus mampu saling menghargai dan menghormati.


“Kemanusiaan itu penting. Dalam kemanusiaan tidak mengenal perbedaan agama, etnis, suku, bahasa maupun budaya. Salah satu inti dari nilai agama adalah memanusiakan manusia,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan pelajar agar mampu tumbuh dengan pemahaman keagamaan sekaligus kesadaran sosial yang kuat.

Sementara itu, Rektor UIN AM Sangadji, Prof. Dr. H. Abidin Wakano, mengingatkan para pelajar mengenai sejumlah faktor yang dapat memicu konflik dan merusak masa depan generasi muda, di antaranya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba.


Ia mendorong para pelajar mempersiapkan diri sebagai kader masa depan dengan membangun ilmu pengetahuan serta karakter yang baik.


Para pelajar juga diminta berhati-hati terhadap berbagai paham yang tidak jelas sumber dan tujuannya, terutama yang berkembang melalui media sosial.


Menurutnya, terdapat berbagai konten maupun pemahaman yang dapat menanamkan kebencian terhadap orang yang berbeda agama maupun terhadap sesama, bahkan dapat merusak hubungan antara anak dan orang tua.


Karena itu, generasi muda diajak lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dapat merusak akhlak dan moral.


“Mari kita hindari pemahaman-pemahaman yang dapat merusak akhlak dan moral generasi muda,” pesannya.


Kegiatan BRUS tersebut menjadi ruang pembinaan bagi para pelajar untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, toleransi serta kesadaran dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.


Melalui kolaborasi KUA, sekolah, tokoh agama, aparat penegak hukum dan perguruan tinggi, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, menghargai perbedaan, mencintai bangsa dan negara, serta memiliki ketahanan diri terhadap berbagai pengaruh negatif.


Dari ruang sekolah, pesan itu ditegaskan: masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu yang dimiliki generasi muda, tetapi juga oleh seberapa kuat karakter, akhlak, toleransi dan kecintaan mereka terhadap persatuan.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Ahmad Rafi’i.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Minggu, 16 Agustus 2026

Resmi! Dapodik Versi 2027.a Hadir, Ini Pembaharuan Yang Perlu Diketahui Operator Sekolah

Agustus 16, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis Aplikasi Dapodik versi 2027.a pada 13 Agustus 2026. Pembaruan ini menjadi perhatian bagi satuan pendidikan dan para operator sekolah karena Dapodik merupakan salah satu sistem penting dalam pengelolaan dan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan.


Rilis versi 2027.a menghadirkan sejumlah pembaruan untuk menyesuaikan aplikasi dengan kebutuhan pendataan pendidikan terkini. Salah satu perubahan yang diakomodasi adalah dukungan terhadap bentuk pendidikan baru, yakni Sekolah Negeri Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat. Selain itu, pembaruan juga mencakup perbaikan pada sejumlah kendala teknis yang ditemukan pada versi sebelumnya. Minggu (16/8/2026)


Kehadiran versi terbaru ini menjadi momentum bagi operator satuan pendidikan untuk kembali memastikan seluruh data sekolah telah diperbarui dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Data peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, rombongan belajar, serta berbagai data satuan pendidikan perlu diperiksa secara teliti sebelum dilakukan proses sinkronisasi.


Operator sekolah juga diharapkan tidak hanya melakukan pembaruan aplikasi, tetapi memperhatikan setiap perubahan dan perbaikan yang terdapat dalam versi 2027.a. Ketelitian dalam melakukan pemutakhiran data sangat penting agar tidak terjadi kesalahan administrasi maupun ketidaksesuaian data yang dapat berdampak pada berbagai proses layanan pendidikan.


Dengan dirilisnya Dapodik 2027.a, satuan pendidikan diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan menggunakan versi terbaru sesuai ketentuan. Pembaruan aplikasi sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas dan akurasi data pendidikan nasional.


Bagi operator sekolah, informasi resmi mengenai rilis Dapodik 2027.a dapat dipantau melalui Portal Dapodik Kemendikdasmen. Operator disarankan memperoleh aplikasi dan informasi pembaruan hanya melalui kanal resmi untuk memastikan file dan petunjuk yang digunakan benar serta terjamin keamanannya.


Dengan hadirnya Dapodik 2027.a, saatnya operator sekolah bergerak cepat: perbarui aplikasi, periksa kembali data, dan pastikan seluruh informasi satuan pendidikan tercatat secara akurat.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Sabtu, 15 Agustus 2026

MIN 5 Maluku Tengah Kobarkan Semangat Disiplin dan Sportivitas di Festival Madrasah

Agustus 15, 2026


Tulehu - Info Digital Akurat - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Maluku Tengah turut memeriahkan kegiatan Festival Madrasah yang diselenggarakan oleh MTsN 1 Maluku Tengah dengan mengikuti lomba baris. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelaksanaan lomba berlangsung meriah dan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, serta sportivitas di kalangan peserta didik. Sabtu (15/8/2026)


Festival Madrasah ini diikuti oleh puluhan satuan pendidikan dari berbagai jenjang. Untuk tingkat SD/MI tercatat sebanyak 40 peserta, sedangkan tingkat Madrasah Tsanawiyah diikuti oleh 27 peserta. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta yang ambil bagian dalam lomba baris mencapai 67 peserta.  

Rangkaian lomba baris dimulai dari halaman MTsN 1 Maluku Tengah. Para peserta kemudian mengikuti rute yang telah ditentukan dengan penuh semangat dan disiplin hingga mencapai garis finis yang berada di depan Pasar Negeri Tulehu.  


Keikutsertaan MIN 5 Maluku Tengah dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam baris-berbaris, tetapi juga menjadi sarana bagi para siswa untuk belajar tentang kekompakan, ketertiban, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Para siswa MIN 5 Maluku Tengah tampil penuh semangat dan percaya diri selama mengikuti perlombaan.  

Festival Madrasah MTsN 1 Maluku Tengah menjadi wadah positif untuk mempererat hubungan antarmadrasah dan sekolah di wilayah Maluku Tengah. Kehadiran peserta dari tingkat SD/MI hingga SMP/MTs membuat suasana kegiatan semakin semarak, terlebih dengan antusiasme masyarakat yang menyaksikan peserta di sepanjang rute perlombaan.  


Keikutsertaan MIN 5 Maluku Tengah dalam lomba baris menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan yang menanamkan nilai disiplin, kekompakan, tanggung jawab, sportivitas, dan percaya diri. Semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan ini turut memperlihatkan bahwa peserta didik madrasah mampu berprestasi sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.  

  

Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

BERITA LAIN