Salahutu - Info Digital Akurat - Selesai melaksanakan sholat Isya, jamaah Masjid An-Nur di Dusun Kramat, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, berkumpul dengan khidmat menyimak tausiyah yang disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ustadz Muchsin Tawainella, S.E. Suasana malam itu terasa hening, diterangi cahaya lampu masjid yang lembut, seolah mengiringi setiap kata yang keluar dari bibir beliau.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muchsin menekankan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berdiri untuk sholat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, dosanya yang telah lalu akan diampuni" (HR. Bukhari dan Muslim). Kata-kata itu membuat hati jamaah tersentuh, menyadarkan mereka akan kesempatan besar yang datang hanya sekali setahun.
Beliau melanjutkan, “Lailatul Qadar adalah malam penuh rahmat dan ampunan. Allah menurunkan malaikat-malaikat-Nya membawa berkah bagi setiap hamba yang berdoa dan memperbanyak amal saleh. Tidak ada yang lebih mulia daripada malam ini untuk mendekatkan diri kepada Allah.” Suasana menjadi semakin khidmat ketika jamaah menundukkan kepala, membayangkan setiap dosa yang bisa dihapuskan malam itu.
Selain itu, Ustadz Muchsin menekankan pentingnya sedekah dan berbagi kebaikan. “Perbanyaklah sedekah di malam-malam penuh berkah ini, karena Allah berfirman: ‘Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, tiap bulir seratus biji’” (QS. Al-Baqarah: 261). Beliau menjelaskan bahwa sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi tabungan pahala yang tidak akan habis, terutama di malam yang mulia ini.
Jamaah pun terdiam ketika Ustadz Muchsin membacakan hadist lain yang mengingatkan: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan doa dan ibadah, Allah akan membebaskan dirinya dari api neraka” (HR. Ahmad). Kata-kata itu seakan menembus hati setiap orang yang hadir, menumbuhkan rasa syukur dan tekad untuk lebih giat beribadah.
Dalam akhir tausiyahnya, beliau memberikan motivasi agar umat tidak hanya fokus pada ibadah individual, tetapi juga memperhatikan sesama. “Tolong-menolong dalam kebaikan dan memperbanyak sedekah adalah cara nyata kita meneladani Rasulullah SAW, Lailatul Qadar adalah kesempatan emas untuk menanam kebaikan yang akan terus berbuah.”
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Tarawih, yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ustadz Muchsin Tawainella, sebagai imam. Jamaah mengikuti dengan khusyuk, menutup malam dengan doa dan harapan agar Allah menerima setiap amal ibadah mereka. Suasana Masjid An-Nur malam itu terasa damai, penuh berkah, dan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap yang hadir.



























