Info Digital Akurat
Foto utama artikel
Foto potret tambahan

Minggu, 01 November 2026

Bangunan Tanpa Izin Jadi Perhatian, Pemkot Ambon Siapkan Sistem Pengawasan SIKOPRU

November 01, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Pembangunan tanpa izin dan pemanfaatan kawasan terlarang masih menjadi tantangan dalam penataan ruang Kota Ambon. Selain melanggar ketentuan tata ruang, aktivitas tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana, mengancam keselamatan warga, hingga merusak lingkungan.


Menyikapi persoalan itu, Pemerintah Kota Ambon menyiapkan inovasi SIKOPRU (Sistem Kolaborasi Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Ambon) untuk memperkuat pengawasan pembangunan secara terpadu.


Staf Ahli Wali Kota Ambon Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Drs. Alexander J. Hursepunny, MT, dalam rilisnya, Senin (2/11/2026), menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas pembangunan, keterbatasan ruang perkotaan, kebutuhan investasi, serta risiko lingkungan membutuhkan sistem pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan.


Menurutnya, selama ini pengawasan pemanfaatan ruang masih menghadapi kendala, terutama koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) yang belum optimal, data yang belum terintegrasi, serta mekanisme pengawasan yang cenderung berjalan sektoral.


Persoalan tersebut terlihat dari masih ditemukannya bangunan tanpa izin, pembangunan di kawasan sempadan pantai dan sungai, daerah tangkapan air, hutan lindung, hingga penggunaan ruang milik jalan.


Melalui SIKOPRU, pola pengawasan yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri diarahkan menjadi lebih terpadu, cepat, preventif, dan berbasis data. Hursepunny menjelaskan, inovasi tersebut tidak hanya mengandalkan sistem digital, tetapi juga membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, negeri, kelurahan, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi.


Implementasi SIKOPRU dirancang melalui tiga tahapan. Dalam jangka pendek sekitar dua bulan sejak pertengahan Oktober 2026, fokusnya meliputi pembentukan tim kolaborasi, inventarisasi regulasi, pemetaan lokasi prioritas, penyusunan SOP, sosialisasi, serta penerapan awal sistem.


Selanjutnya, dalam jangka menengah 6–12 bulan, dilakukan integrasi data antar-OPD, pengembangan dashboard pemantauan, dan peningkatan partisipasi masyarakat.


Sementara dalam jangka panjang 1–2 tahun, SIKOPRU ditargetkan menjadi sistem pengawasan permanen yang didukung regulasi, data spasial, dan sistem peringatan dini.


Hursepunny berharap masyarakat ikut mengambil bagian dengan memberikan informasi dan melaporkan dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang di lingkungan masing-masing.


Melalui inovasi ini, Pemkot Ambon menargetkan pengawasan pembangunan lebih efektif, pemanfaatan ruang lebih tertib, serta keselamatan dan kelestarian lingkungan kota semakin terjaga.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Kodaeral IX Hadiri Wisuda 1.713 Lulusan Universitas Pattimura, Perkuat Sinergi TNI AL dan Dunia Pendidikan

November 01, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Kodaeral IX Kolonel Laut (H) Harjanto, S.H., M.H., mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., pada Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas Pattimura dalam rangka Wisuda Sarjana, Profesi, dan Magister Periode Oktober 2026, Senin (2/11/2026).


Prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, tersebut diikuti 1.713 lulusan dari berbagai fakultas, program pascasarjana, serta Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Kegiatan ini turut dihadiri sekitar 2.500 undangan yang terdiri atas wisudawan, orang tua, dan keluarga.


Hadir pula Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia H. Muhammad Jusuf Kalla, Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Ir. Sadali Ie, Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Watimena, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, pimpinan perguruan tinggi, serta sivitas akademika.

Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyampaikan komitmen universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan Indikator Kinerja Utama, penerapan Outcome-Based Education, pengembangan riset dan teknologi, serta transformasi menuju World Class University. 


Upaya tersebut didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, publikasi ilmiah, dan perluasan kerja sama internasional.


Rektor juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas, serta mengamalkan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan pembangunan.


Gubernur Maluku dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, riset, data, dan inovasi untuk menghadapi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, serta tantangan ketahanan pangan dan energi.


Menurutnya, Universitas Pattimura memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengoptimalkan potensi daerah kepulauan, khususnya di sektor perikanan, pertanian, ekonomi biru, energi terbarukan, pariwisata, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar adaptif terhadap perubahan zaman, menjaga integritas dan karakter, serta menjunjung nilai-nilai Pela Gandong dan semangat orang basudara sebagai kekuatan sosial masyarakat Maluku. Momentum wisuda tersebut semakin bermakna dengan orasi ilmiah yang disampaikan H. Muhammad Jusuf Kalla. 


Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan intelektual, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat yang menuntut kemandirian, kerja keras, inovasi, dan kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan.


Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi, penelitian, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama menghadapi persaingan global. 


Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam mengelola dan mengembangkan potensi tersebut secara optimal dan berkelanjutan.

Secara khusus, ia mendorong masyarakat Maluku untuk mengoptimalkan potensi pertanian, rempah-rempah, perikanan, kelautan, dan energi, termasuk pengembangan Blok Masela. Para lulusan juga diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan, melahirkan inovasi, dan menjadi bagian dari penggerak pembangunan daerah.


Kehadiran Kodaeral IX dalam forum akademik tersebut menjadi wujud komitmen TNI AL untuk mempererat hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di Provinsi Maluku. 


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Kodaeral IX Perkuat Kapasitas Personel Lanal dalam Penegakan Hukum di Laut

November 01, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX melalui Dinas Hukum (Diskum) memperkuat pemahaman dan kepatuhan hukum prajurit, khususnya dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum di laut. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyuluhan hukum tentang penegakan hukum di laut bagi personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) jajaran Kodaeral IX.


Penyuluhan dilaksanakan secara daring dari Pusat Komando Pengendalian (Puskodal) Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Senin (2/11/2026), dengan melibatkan personel Lanal Tual, Lanal Saumlaki, dan Lanal Aru.

Kegiatan dibuka dan dipimpin Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Kodaeral IX Kolonel Laut (H) Harjanto, S.H., M.H., didampingi para perwira staf dan anggota Diskum Kodaeral IX.


Dalam kesempatan tersebut, Kadiskum Kodaeral lX juga bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang strategi mengantisipasi gugatan praperadilan berdasarkan Peraturan Kepala Staf Angkatan Laut (Perkasal) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penegakan Hukum di Laut.

Materi penyuluhan meliputi aspek hukum, prosedur penanganan perkara, serta mekanisme dan langkah strategis dalam pelaksanaan penegakan hukum di laut. Penekanan diberikan pada pentingnya ketepatan prosedur, kepatuhan terhadap ketentuan hukum, serta tertib administrasi guna mencegah potensi kesalahan yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk gugatan praperadilan.


Kadiskum Kodaeral IX menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pemahaman hukum personel Lanal jajaran.

Dengan demikian, setiap pelaksanaan tugas penegakan hukum di laut dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan prosedur yang berlaku di lingkungan TNI AL.


"Pemahaman yang tepat mengenai strategi antisipasi gugatan praperadilan dan ketentuan penegakan hukum di laut diharapkan dapat meminimalkan kesalahan prosedur serta mencegah timbulnya permasalahan hukum dalam pelaksanaan tugas di lapangan," jelasnya.

Melalui penyuluhan ini, Kodaeral IX berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan integritas personel dalam menjalankan tugas penegakan hukum di laut. Langkah tersebut sekaligus memperkuat terwujudnya penegakan hukum yang tertib, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari pelaksanaan tugas TNI AL.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Enam Pilar Disiapkan, Bodewin Wattimena Bidik Ambon sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

November 01, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Tidak semua daerah harus memiliki tambang, ladang gas, atau sumber daya energi untuk menjadi bagian dari pertumbuhan industri berskala besar. Terkadang, kekuatan sebuah daerah justru terletak pada kemampuannya menghubungkan berbagai potensi, menyediakan pelayanan, serta menciptakan ruang ekonomi bagi wilayah di sekitarnya.


Gambaran itulah yang ingin dibangun Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, dalam melihat masa depan Kota Ambon di tengah geliat pengembangan sektor energi dan investasi strategis di Provinsi Maluku.


Di saat perhatian publik tertuju pada potensi energi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bodewin justru mengajak semua pihak melihat peluang lain yang tidak kalah penting: bagaimana Kota Ambon dapat mengambil posisi sebagai pusat pelayanan, logistik, perdagangan, jasa, dan pengembangan sumber daya manusia yang menopang aktivitas industri di Maluku.


Pesan tersebut disampaikan Bodewin ketika menjadi salah satu pemateri dalam Maluku Business Forum 2026 yang berlangsung di Santika Hotel Ambon, Minggu (01/11/2026).


Forum yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Maluku itu mengangkat tema "Dinamika Ekosistem Energi Maluku melalui Optimalisasi Potensi, Hilirisasi Industri dan Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan", dengan semangat From Energy Potential to Sustainable Prosperity.


Dalam forum tersebut, Bodewin menawarkan cara pandang yang lebih luas mengenai pembangunan ekonomi. Menurutnya, keberhasilan pengembangan energi tidak cukup hanya diukur dari besarnya sumber daya alam yang dimiliki suatu wilayah, tetapi juga dari kesiapan daerah lain dalam menyediakan seluruh kebutuhan yang mendukung aktivitas industri tersebut.


Bagi Bodewin, posisi Ambon dalam peta pengembangan energi Maluku memang perlu dilihat dari perspektif yang berbeda.


Ia mengakui, pada awalnya sempat mempertanyakan relevansi keterlibatan Kota Ambon dalam pembahasan industrialisasi, pertambangan, dan energi. Sebab, dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Maluku, Ambon bukan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan pertambangan dalam skala besar.


Namun, pandangan yang disampaikan Dr. Oloan membuatnya melihat persoalan tersebut dari sudut berbeda.


Ambon tidak harus menjadi daerah penghasil energi untuk memperoleh manfaat dari pengembangan sektor tersebut. Kota ini justru dapat mengambil peran melalui keunggulan yang dimilikinya sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan pelayanan regional.


Pemikiran tersebut kemudian menjadi dasar bagi Bodewin untuk mendorong Ambon tampil sebagai hub strategis bagi ekosistem ekonomi dan energi Maluku.


Sebuah industri besar tidak dapat berjalan sendiri. Di belakangnya terdapat kebutuhan transportasi, pergudangan, distribusi barang, akomodasi, pelayanan kesehatan, perdagangan, hingga tenaga kerja profesional.


Seluruh kebutuhan itu membuka ruang bagi Ambon untuk mengambil bagian dalam rantai pertumbuhan ekonomi yang akan terbentuk. Salah satu peluang besar yang menjadi perhatian adalah pengembangan Blok Masela.


Proyek strategis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tersebut berpotensi mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan investasi di Maluku. Namun, pertumbuhan industri juga akan melahirkan kebutuhan pendukung yang tidak sedikit.


Mobilitas tenaga ahli, pekerja, investor, pelaku usaha, serta mitra industri membutuhkan jaringan transportasi, tempat penginapan, fasilitas kesehatan, pusat perdagangan, dan berbagai layanan lainnya.


Dalam konteks ini, Ambon memiliki peluang untuk menjadi salah satu titik penghubung penting bagi aktivitas tersebut.


Keberadaan Pelabuhan Yos Sudarso dan Bandar Udara Internasional Pattimura merupakan modal konektivitas yang dapat dikembangkan lebih jauh. Keduanya memiliki posisi penting dalam mendukung mobilitas orang maupun distribusi barang menuju berbagai wilayah di Maluku.


Ambon juga mempunyai fasilitas perhotelan, restoran, pusat pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai infrastruktur perkotaan yang dapat menjadi bagian dari sistem pelayanan regional.


Jika seluruh potensi tersebut dipersiapkan secara terintegrasi, Ambon berpeluang menjadi tempat transit sekaligus pusat pelayanan bagi berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan investasi energi.


Dengan demikian, meskipun pusat produksi energi berada di wilayah lain, aktivitas ekonomi pendukungnya dapat menciptakan peluang baru bagi masyarakat Kota Ambon.


Satu hal yang menjadi perhatian dalam gagasan Bodewin adalah bagaimana Ambon tidak sekadar menjadi tempat persinggahan.


Kota ini harus mampu memberikan nilai tambah dari setiap aktivitas ekonomi yang berlangsung.


Orang yang datang ke Ambon tidak cukup hanya menggunakan bandara atau pelabuhan, kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan. Mereka juga perlu mendapatkan pelayanan yang baik, menikmati fasilitas penginapan, menggunakan jasa transportasi, berbelanja, menikmati kuliner, hingga mengenal kekayaan budaya lokal.


Di sinilah sektor perhotelan, restoran, UMKM, perdagangan, dan ekonomi kreatif memiliki kesempatan untuk berkembang.


Kebutuhan akomodasi bagi tenaga profesional dan investor dapat membuka pasar baru bagi hotel. Meningkatnya mobilitas orang dapat memberikan dampak bagi pelaku transportasi. Sementara kebutuhan konsumsi dan produk lokal dapat memperluas peluang usaha bagi pedagang serta pelaku UMKM.


Artinya, kehadiran investasi besar tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada perusahaan yang mengelola proyek, tetapi harus mampu menciptakan perputaran ekonomi yang menjangkau masyarakat.


Ambon harus memanfaatkan peluang tersebut untuk membangun ekosistem usaha yang saling terhubung.


Untuk memperkuat posisi tersebut, Bodewin memaparkan enam pilar utama yang perlu dikembangkan secara terintegrasi.


Keenam pilar tersebut meliputi :

1. Pelabuhan dan logistik.

2. Pergudangan dan distribusi.

3. Industri pengolahan.

4. Jasa regional.

5. Ekonomi digital.

6. Sumber daya manusia dan kelembagaan.


Enam pilar ini menjadi fondasi untuk membangun sistem ekonomi yang tidak hanya mengandalkan aktivitas perdagangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari setiap proses produksi dan distribusi.


Pelabuhan dan logistik menjadi pintu masuk pergerakan barang. Pergudangan dan distribusi memastikan kebutuhan industri maupun masyarakat dapat dikelola secara efisien. Industri pengolahan membuka peluang peningkatan nilai produk lokal, sementara jasa regional memperkuat pelayanan bagi berbagai aktivitas bisnis.


Di sisi lain, ekonomi digital dibutuhkan untuk mempercepat konektivitas dan efisiensi pelayanan. Sedangkan sumber daya manusia dan kelembagaan menjadi faktor penting agar seluruh sistem tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.


Bagi Bodewin, enam pilar itu harus menjadi satu kesatuan dalam membangun rantai pasok atau supply chain yang kuat.


Jangan Biarkan Kekayaan Maluku Berkembang, tetapi Masyarakat Hanya Menjadi Penonton


Di balik peluang investasi dan pengembangan energi, terdapat persoalan penting yang tidak boleh diabaikan, yakni kesiapan sumber daya manusia lokal.


Bodewin memandang perguruan tinggi yang berada di Kota Ambon sebagai salah satu kekuatan strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan ekonomi.


Peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, kompetensi profesional, dan kemampuan tenaga kerja harus menjadi bagian dari agenda pembangunan.


Sebab, ketika industri energi dan investasi strategis mulai berkembang, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil juga akan meningkat.


Generasi muda Maluku harus memiliki kesempatan untuk mengisi berbagai posisi dan mengambil bagian dalam aktivitas industri tersebut.


Jangan sampai sumber daya alam Maluku memberikan keuntungan besar bagi perekonomian, investasi terus berdatangan, dan industri semakin berkembang, tetapi masyarakat lokal justru tidak memiliki kemampuan untuk terlibat di dalamnya.


Karena itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas manusia.


Ambon dapat mengambil peran sebagai pusat pendidikan dan pengembangan kompetensi yang mempersiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri di Maluku.


Selain infrastruktur dan sumber daya manusia, Bodewin juga menekankan pentingnya memperkuat potensi ekonomi lokal.


Perikanan, pertanian, rempah-rempah, pariwisata, serta ekonomi kreatif harus mendapatkan perhatian dalam mempersiapkan Ambon menyambut peningkatan aktivitas investasi.


Ketersediaan bahan kebutuhan pokok juga perlu diperhitungkan. Sebab, bertambahnya jumlah pekerja, tenaga ahli, dan pelaku usaha yang beraktivitas di Maluku tentu akan meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai produk dan layanan.


Kondisi tersebut harus dibaca sebagai peluang bagi masyarakat untuk memperluas kegiatan usaha.


Produk kuliner khas Maluku, kerajinan, fesyen, hasil perikanan, hingga berbagai produk UMKM dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi yang tumbuh bersama pengembangan industri energi.


Dengan persiapan yang tepat, investasi besar dapat membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.


Inilah yang diharapkan menjadi jembatan antara pertumbuhan industri berskala besar dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Gagasan yang disampaikan Bodewin dalam Maluku Business Forum 2026 bukan sekadar berbicara tentang bagaimana Ambon mendapatkan manfaat dari pengembangan Blok Masela.


Lebih jauh, gagasan tersebut merupakan ajakan untuk mempersiapkan Kota Ambon menghadapi perubahan peta ekonomi Maluku.


Peluang besar tidak akan memberikan hasil apabila tidak disambut dengan kesiapan infrastruktur, kebijakan yang mendukung investasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sektor usaha lokal, dan pembangunan sumber daya manusia.


Karena itu, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan perlu membangun kolaborasi agar Ambon tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri energi Maluku.


Maluku memiliki kekayaan alam yang menjadi modal penting bagi masa depan daerah. Namun, kekayaan tersebut membutuhkan konektivitas, pelayanan, dan kerja sama antardaerah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.


Ambon mungkin bukan tempat utama sumber energi itu dihasilkan. Tetapi kota ini memiliki peluang untuk menjadi tempat berbagai aktivitas ekonomi bertemu, bergerak, dan menciptakan nilai tambah.


Sebab, dalam pembangunan ekonomi modern, menjadi pusat penghubung terkadang sama pentingnya dengan menjadi pusat produksi.


Dan jika peluang ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, Ambon bukan hanya akan dikenal sebagai ibu kota Provinsi Maluku, tetapi juga berpeluang tumbuh menjadi salah satu jantung penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Respons Cepat Tim SAR, Lima Warga yang Hilang Kontak di Perairan Bais Akhirnya Ditemukan Dalam Keadaan Selamat

November 01, 2026

Bula - Info Digital Akurat - Berkat respons cepat tim pencarian dan pertolongan (SAR) bersama masyarakat setempat, lima warga Desa Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang sempat dilaporkan hilang kontak saat pergi memancing di sekitar Perairan Pulau Bais, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, Minggu (1/11/2026).


Informasi kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ambon dari Fikran Heluth, salah satu keluarga korban, pada pukul 15.25 WIT. Kelima warga itu diketahui berangkat memancing menggunakan longboat pada Sabtu (31/10/2026), sekitar pukul 07.00 WIT, dan dijadwalkan kembali pada Minggu pagi. Namun, hingga waktu yang ditentukan, mereka belum juga tiba dan kehilangan kontak akibat kondisi kabut yang menghalangi jarak pandang. Keluarga bersama masyarakat sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya meminta bantuan SAR.


Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 15.45 WIT, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Bula bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim menempuh jarak sekitar 11,85 nautical mile dengan arah 342,60 derajat ke utara dari USS Bula. Koordinator USS Bula, Sukri Patty, menyampaikan bahwa tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIT dan langsung melaksanakan pencarian terhadap kelima korban.


Upaya pencarian membuahkan hasil. Pada pukul 16.50 WIT, Tim Rescue USS Bula bersama potensi SAR berhasil menemukan seluruh korban di koordinat 2°47'35.94"S - 130°24'14.39"E, dengan jarak sekitar 7,84 nautical mile ke arah utara dari lokasi kejadian. Kelima korban ditemukan dalam kondisi selamat dan selanjutnya dievakuasi menuju Kota Bula. Informasi keberhasilan penemuan tersebut diterima Kansar Ambon pada pukul 17.21 WIT.


Pada pukul 19.12 WIT, Tim Rescue USS Bula bersama unsur potensi SAR tiba di Bula dan menyerahkan kelima korban kepada pihak keluarga. Adapun korban masing-masing Sarajuh Suakul (60), Umar (60), Aher Rumaday (45), Suandy Muhamad (35), dan Arken (24). Dengan seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Operasi ini melibatkan Unit Siaga SAR Bula dan masyarakat setempat dengan menggunakan RIB serta longboat masyarakat. Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berkabut, angin tenggara berkecepatan 21 knot, dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Disnaker Ambon Jemput Bola, βMAPAN Dekatkan Informasi Lowongan dan Peluang Magang bagi Fresh Graduate

November 01, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengantongi ijazah untuk memasuki dunia kerja. Akses informasi, kesiapan kompetensi, hingga pengalaman profesional menjadi tantangan yang harus dihadapi para pencari kerja baru.


Menjawab tantangan tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon menghadirkan βMAPAN (Pos Pelayanan Informasi Ketenagakerjaan Bergerak). Inovasi ini dirancang untuk mendekatkan layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat, terutama mahasiswa dan lulusan baru perguruan tinggi atau fresh graduate.


Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon, Vedya Kuncoro, dalam realase , minggu (01/11/2026) mengatakan βMAPAN merupakan langkah untuk mengubah pola pelayanan ketenagakerjaan agar lebih mudah dijangkau, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga pendampingan untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan pasar kerja.


Layanan yang disediakan mencakup klinik informasi ketenagakerjaan, penerbitan Kartu AK-I atau Kartu Kuning, informasi pasar kerja, konseling dan bimbingan karier, bengkel kesiapan kerja, hingga rujukan pelatihan dan kewirausahaan.


βMAPAN juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memanfaatkan ekosistem digital SIAPkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui platform tersebut, pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan kewirausahaan.


Salah satu perhatian utama program ini adalah membuka akses lulusan baru terhadap Program Magang Nasional melalui platform MagangHub.


Menurut Vedya, pendaftaran Program Magang Nasional masih dibuka hingga 4 November 2026. Kesempatan ini diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun, termasuk wisudawan Universitas Pattimura (Unpatti) yang diwisuda pada 2 November 2026.


Pendaftaran dilakukan melalui fitur MagangHub pada aplikasi SIAPkerja. Karena itu, para lulusan baru didorong segera membuat akun, melengkapi profil, dan menyiapkan dokumen persyaratan.


Sebagai langkah awal, Disnaker Ambon bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) membuka pos pelayanan βMAPAN pada kegiatan wisuda Unpatti, Senin (2/11/2026).


Pos tersebut berlokasi di depan Fakultas Teknik. Pelayanan pencetakan Kartu AK-I yang biasanya dilakukan di kantor Disnaker untuk hari tersebut dipindahkan ke lokasi wisuda.


Dengan demikian, wisudawan, keluarga, maupun civitas akademika yang membutuhkan informasi ketenagakerjaan dapat langsung mendatangi pos pelayanan tanpa harus datang ke kantor Disnaker.


Ke depan, layanan bergerak ini direncanakan menjangkau kegiatan wisuda perguruan tinggi lainnya, termasuk lulusan SMA dan SMK, dengan menyesuaikan ketersediaan sumber daya dan program kerja.


Vedya berharap βMAPAN dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Ambon memperoleh pekerjaan.


Melalui inovasi ini, Disnaker Ambon ingin memastikan bahwa lulusan baru tidak hanya siap menerima ijazah, tetapi juga memiliki akses, informasi, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Semarak HUT ke-69 Kota Masohi, Bupati Zulkarnain Buka Karate Open Tournament 2026

November 01, 2026

Masohi - Info Digital Akurat - Semangat olahraga dan pembinaan atlet karate mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi. Sebanyak 600 atlet dari 32 kontingen se-Provinsi Maluku ambil bagian dalam Karate Open Tournament Bupati Cup 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, di Gedung Olahraga Masohi, Minggu (1/11/2026).


Turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menguji kemampuan dan keterampilan para atlet, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga karate di daerah. Melalui kompetisi ini, para atlet diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukur hasil latihan dan persiapan yang telah dilakukan.


Antusiasme peserta dari berbagai daerah di Maluku menunjukkan besarnya potensi olahraga karate yang perlu terus dikembangkan. Kehadiran 32 kontingen dengan total 600 atlet juga menjadi bukti bahwa turnamen ini mendapat perhatian luas dari kalangan insan olahraga, khususnya komunitas karate di Maluku.


Suasana pembukaan semakin meriah dengan digelarnya pertandingan eksibisi kumite yang mempertemukan Kapolres Maluku Tengah dengan Komandan Denpom 15-2 Masohi. Pertandingan persahabatan tersebut menjadi salah satu atraksi menarik yang menyedot perhatian para peserta dan tamu undangan.


Melalui penyelenggaraan Karate Open Tournament Bupati Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah diharapkan dapat terus mendorong perkembangan olahraga karate serta melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan membawa nama Maluku Tengah serta Provinsi Maluku meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

BERITA LAIN