Ambon - Info Digital Akurat - Profesi wartawan belakangan ini dipertaruhkan. Di tengah arus deras informasi dan godaan pragmatisme, jurnalis dituntut kembali ke khitah dasarnya: menjadi pemikir dan penulis kritis, bukan sekadar juru ketik yang menyalin siaran pers atau menjadi penyambung lidah kekuasaan.
Penegasan keras ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Maluku, Karel Soukotta. Ia mendesak seluruh jurnalis di Maluku untuk menjaga independensi serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bermartabat.
"Jurnalis itu harus jadi penulis, bukan juru ketik. Ada daya kritis, analisis, dan verifikasi mendalam di dalamnya. Kalau hanya mencatat dan memindahkan pernyataan pejabat tanpa dikritis, apa bedanya jurnalis dengan juru bicara?" tegas Karel.
Menurutnya, tantangan terbesar media saat ini adalah maraknya praktik ketergantungan pada rilis resmi dan peran ganda yang merusak independensi. Publik merindukan berita berbobot yang menguliti kebijakan pemerintah, menguji asas kemanfaatan bagi rakyat, serta membongkar potensi penyimpangan.
Secara khusus, IWO Maluku menyoroti tiga poin krusial yang harus dipegang teguh insan pers daerah: Penulis vs Juru Ketik: Jurnalis wajib membekali diri dengan kedalaman data, riset, dan analisis. Produk jurnalistik harus mampu memberikan konteks yang utuh bagi publik, bukan sekadar mengejar kecepatan dengan mengorbankan akurasi dan kedalaman.
Menjaga Jarak dari Kekuasaan: Pers adalah pilar keempat demokrasi, bukan divisi humas tambahan bagi pemerintah. Jurnalis diimbau tidak menjadi juru bicara terselubung bagi instansi atau pejabat tertentu.
Tolak Fungsi Ganda: Sikap independen mustahil terwujud jika wartawan menjalankan peran ganda atau memiliki konflik kepentingan (conflict of interest) yang merusak integritas profesi.
Karel menambahkan, informasi berkualitas merupakan hak mutlak masyarakat Maluku. Ketika pers berfungsi optimal sebagai pengawas kebijakan (watchdog), maka kontrol sosial berjalan sehat dan pembangunan daerah dapat tepat sasaran.
"Integritas adalah harga mati. Jurnalis Maluku harus berani berdiri tegak di atas kode etik demi menyajikan kebenaran bagi publik," pungkasnya.
Suara Anda Penting
Bagi Kami
Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.
Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.






















