Malteng - Info Digital Akurat - Harapan masyarakat Negeri Oma dan Negeri Wasu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, agar akses jalan yang tertutup longsor segera ditangani pemerintah belum juga terwujud. Setelah lebih dari dua tahun menunggu tanpa adanya penanganan maksimal, warga dari kedua negeri akhirnya memilih bergotong royong membersihkan material longsor dengan kemampuan dan peralatan seadanya, Jumat (31/7/2026).
Aksi gotong royong tersebut melibatkan pemerintah negeri, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparat keamanan. Warga bahu-membahu menyingkirkan tanah, bebatuan, dan material longsor yang menutup badan jalan, meski mereka menyadari batu-batu berukuran besar tidak mungkin dipindahkan tanpa bantuan alat berat.
Ironisnya, di tengah berbagai apresiasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah atas keberhasilannya menghadirkan anggaran pembangunan bernilai miliaran rupiah ke daerah, persoalan akses jalan yang terdampak longsor hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat. Warga menilai kehadiran alat berat sangat dibutuhkan agar material longsor, khususnya batu-batu berukuran besar, dapat segera dipindahkan sehingga akses transportasi kembali normal.
Persoalan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Selama ini, Bhabinkamtibmas Negeri Oma, Bripka Roy Sapulete, beberapa kali menyuarakan kondisi tersebut melalui media sosial maupun pemberitaan di media daring sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kebutuhan masyarakat. Saat kegiatan gotong royong berlangsung, Bripka Roy Sapulete juga turun langsung bekerja bersama masyarakat. Ia terlihat ikut mendorong batu-batu besar bersama warga sebagai upaya membuka akses jalan yang masih tertutup material longsor.
Meski kerja bakti berhasil membersihkan sebagian material, warga mengakui upaya tersebut belum mampu mengatasi batu-batu besar yang masih menghalangi badan jalan. Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Provinsi Maluku segera menurunkan alat berat agar proses pembersihan dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Raja Negeri Wasu mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir belum ada kepedulian nyata dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Provinsi Maluku terhadap kondisi jalan tersebut. Menurutnya, berbagai upaya koordinasi telah dilakukan, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
"Selama dua tahun ini tidak ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Provinsi. Karena itu, dua negeri bersepakat melakukan gotong royong membersihkan jalan. Harapan kami pemerintah kabupaten maupun provinsi bisa peduli terhadap batu-batu yang masih menutupi badan jalan. Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Dinas PUPR maupun Balai, tetapi belum ada tindak lanjut. Akhirnya Pemerintah Negeri Oma dan Wasu sepakat melibatkan seluruh masyarakat untuk melakukan pembersihan," ujar Raja Negeri Wasu.
Senada dengan itu, Raja Negeri Oma meminta pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi segera melihat langsung kondisi di lapangan. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Negeri Oma dan Negeri Wasu, bahkan menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat di Pulau Haruku. Ia juga mengapresiasi kehadiran masyarakat Negeri Sameth yang turut bergabung dalam kegiatan gotong royong tersebut.
"Kami berharap ada keseriusan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi untuk segera menurunkan alat berat. Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Oma, Wasu, bahkan Pulau Haruku. Kehadiran masyarakat dari Negeri Sameth yang ikut membantu menjadi bukti bahwa persoalan ini merupakan kepentingan bersama," kata Raja Negeri Oma.
Masyarakat berharap pemerintah segera merespons aspirasi yang telah berulang kali disampaikan. Mereka menilai penanganan longsor dan pemulihan akses jalan merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan, kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat. Dengan dukungan alat berat dari pemerintah, warga optimistis proses pembersihan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga akses jalan kembali normal.
Suara Anda Penting
Bagi Kami
Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.
Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.























