Tulehu - Info Digital Akurat - Malam Nisfu Syaban di Masjid An-Nur, Dusun Kramat Atas, Kecamatan Salahutu, berlangsung dalam suasana yang begitu khidmat dan menggetarkan jiwa. Jamaah memadati setiap sudut masjid, duduk rapat dalam keheningan yang penuh makna. Pembacaan nisfu syaban di mulai setelah sholat isya, ketika malam mulai larut dan suasana batin jamaah kian tenang. Tak ada hiruk-pikuk, tak ada kata-kata berlebihan, hanya lantunan doa dan bacaan Nisfu Syaban yang mengalir perlahan, menyentuh relung hati setiap yang hadir, Senin (2/2/2026)
Kegiatan penuh kekhusyukan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., yang hadir menyatu bersama masyarakat tanpa sekat jabatan. Dalam sambutan singkatnya, beliau mengajak jamaah menjadikan malam Nisfu Syaban sebagai momentum muhasabah diri, memperbanyak doa, serta memperkuat ikatan persaudaraan dan keimanan. Ia menekankan bahwa malam penuh keberkahan ini adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang tulus dan penuh harap.
Suasana semakin larut ketika pembacaan Nisfu Syaban dipandu oleh Ustadz Hasyim Abdul Gani Umarella, S.Ag., selaku pembina Majelis Ta’lim Al Ihwan dan Majelis Ta’lim An-Nur Kramat Atas. Dengan suara yang tenang dan penuh penghayatan, setiap lafaz doa dilantunkan perlahan, mengalirkan keteduhan yang meresap ke dalam hati jamaah, seakan mengajak semua yang hadir untuk berhenti sejenak dan menatap perjalanan hidup yang telah dilalui.
Malam yang penuh makna itu juga diisi dengan pembacaan Barzanji oleh Majelis An-Nur dan Majelis Al Ihwan Kramat Atas binaan Ustadz Hasyim Abdul Gani Umarella, S.Ag., dan Ustadz Wahid Wattimena, S.Ag. Lantunan shalawat dan kisah mulia Rasulullah SAW menggema lembut di dalam masjid, menambah kekhusyukan suasana dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW di hati setiap jamaah.
Imam Masjid An-Nur, Dusun Kramat Atas, turut mengiringi jalannya pembacaan dengan penuh kekhusyukan. Setiap doa yang terucap terasa menjadi cermin bagi diri sendiri, mengingatkan akan kekhilafan yang mungkin terlupakan, serta membuka ruang untuk memohon ampunan dengan tulus tanpa perlu banyak kata.
Tokoh-tokoh agama setempat tampak larut dalam suasana, duduk berdampingan dengan jamaah dan masyarakat Dusun Kramat Atas. Wajah-wajah yang hadir memantulkan perasaan yang sama—haru, harap, dan kepasrahan. Di malam yang sunyi itu, perbedaan usia, latar belakang, dan peran seolah lenyap, digantikan oleh ikatan batin yang terjalin melalui doa bersama.
Pembacaan Nisfu Syaban di Masjid An-Nur bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, melainkan sebuah peristiwa batin yang menyatukan hati masyarakat Dusun Kramat Atas. Di bawah cahaya malam yang penuh keberkahan, doa-doa sederhana dipanjatkan dengan ketulusan yang tak terucap, menjadi pengingat akan keterbatasan manusia dan luasnya kasih sayang Allah SWT.
EDITOR : K077A






















