Info Digital Akurat
Deskripsi gambar

BERITA LAIN

Deskripsi gambar

Kamis, 10 September 2026

Kodaeral IX Perkuat Prajurit dengan Hukum Laut dan Humaniter, Profesionalisme Jadi Prioritas

September 10, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 TNI Angkatan Laut Tahun 2026, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Hukum Laut serta Hukum Humaniter bagi prajurit Kodaeral IX pada Kamis (10/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Manggala Loka Kodaeral IX tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof. Dr. Aktieva, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum Unair Dr. Enny Narwati, S.H., M.H., serta Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Kodaeral IX Kolonel Laut (H) Harjanto, S.H., M.H.


Prof. Dr. Aktieva membawakan materi mengenai pemberlakuan hukum internasional di suatu negara serta kewajiban penerapan San Remo Manual dalam konflik bersenjata di laut. Sementara itu, Dr. Enny Narwati membahas Hukum Humaniter Internasional (HHI), sedangkan Kadiskum Kodaeral IX menyampaikan materi terkait Hukum Laut.

Sebelum FGD dan pelatihan dimulai, Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menerima Courtesy Call (CC) Prof. Dr. Aktieva di Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.


Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Kodaeral IX dan civitas akademika, khususnya dalam bidang hukum yang memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas TNI AL dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan kepentingan nasional di laut.


Dankodaeral IX menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kerja sama dengan kalangan akademisi dapat terus dikembangkan, terutama dalam meningkatkan wawasan serta kapasitas prajurit terhadap berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam pelatihan, para prajurit mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip hukum laut dan hukum humaniter yang relevan dengan tugas TNI AL. 


Materi tersebut menekankan pentingnya setiap tindakan prajurit dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum, tetap profesional, terukur, serta menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan. Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. 


Para prajurit berkesempatan membahas berbagai persoalan hukum yang berpotensi dihadapi dalam pelaksanaan tugas sekaligus memperoleh penjelasan langsung dari para narasumber.

Dankodaeral IX menegaskan bahwa pemahaman hukum merupakan bagian penting dalam membentuk prajurit yang profesional, modern, responsif, dan adaptif. 


Kemampuan operasional harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap landasan hukum, sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara tegas, tepat, terukur, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit, khususnya dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas tantangan keamanan maritim. 

Penguatan wawasan hukum diharapkan semakin mendukung profesionalisme prajurit dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta kepentingan nasional di wilayah laut Indonesia, khususnya wilayah kerja Kodaeral IX.


Kegiatan diikuti dengan antusias oleh prajurit Kodaeral IX dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan prajurit TNI AL yang profesional, berintegritas, taat hukum, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas. 


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Hadiri Maulid Nabi 1448 H di SMA Negeri 4 SBB, Danramil Taniwel Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda

September 10, 2026


SBB - Info Digital Akurat - Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Aula SMA Negeri 4 Seram Bagian Barat (SBB), Kecamatan Taniwel. Kegiatan tersebut turut dihadiri Danramil 1513-02/Taniwel Lettu Inf Syawir, Kamis (10/9/2026).


Mengangkat tema “Membentuk Generasi yang Berilmu, Beriman, dan Berakhlak Mulia,” kegiatan Maulid Nabi berlangsung khidmat dan diikuti para guru serta siswa SMA Negeri 4 SBB. Sejumlah unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga hadir dalam kegiatan tersebut.


Turut hadir PLH Camat Taniwel Jeklin Enggelina Niwele, SE, Kapolsek Taniwel yang diwakili Briptu Risky, Tokoh Masyarakat Oni Lumamul, Tokoh Agama dari Desa Kasie Hasbi Nuruwe, serta para guru dan siswa SMA Negeri 4 SBB.


Dalam penyampaiannya, Danramil 1513-02/Taniwel Lettu Inf Syawir menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga merupakan momentum penting untuk meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


“Generasi muda harus memiliki ilmu pengetahuan yang baik, keimanan yang kuat serta akhlak mulia. Ketiga hal tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.


Menurutnya, perkembangan zaman membawa berbagai tantangan bagi generasi muda sehingga diperlukan fondasi karakter yang kuat. Karena itu, para siswa didorong untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun sikap disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Lettu Inf Syawir juga mengajak para siswa untuk rajin belajar, menghormati guru dan orang tua serta menjaga pergaulan. Ia berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang memiliki wawasan luas, keimanan yang kokoh dan akhlak terpuji sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.


Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun karakter para siswa. Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

PERTAMA KALI GUNAKAN MANDAT MKR MANDIRI, KAJATI MALUKU SETUJUI PENGHENTIAN PENUNTUTAN TIGA PERKARA

September 10, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Kejaksaan Tinggi Maluku untuk pertama kalinya menggunakan mandat yang diberikan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam pelaksanaan Mekanisme Keadilan Restoratif (MKR) Mandiri, khususnya terkait kewenangan Kepala Kejaksaan Tinggi dalam mengambil keputusan terhadap pengajuan penyelesaian perkara pidana umum melalui Mekanisme Keadilan Restoratif (MKR) di wilayah hukumnya.


Pelaksanaan MKR Mandiri tersebut dilaksanakan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., didampingi Asisten Tindak Pidana Umum I Wayan Suardi, S.H., M.H. dan Asisten Pengawasan Bobby Ruswin, S.H., M.H., melalui Video Conference di Ruang Vicon Lantai 2 Kejaksaan Tinggi Maluku, Kamis (10/9/2026).


Dalam pelaksanaan tersebut, Kajati Maluku menerima dan melakukan pemeriksaan serta penilaian terhadap pengajuan MKR Mandiri dari Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat (SBB) dan Kejaksaan Negeri Buru. Pengajuan tersebut merupakan bagian dari upaya penyelesaian perkara pidana dengan mengedepankan prinsip keadilan restoratif, sepanjang memenuhi ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan.


Dari Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat diajukan satu perkara dengan sangkaan Pasal 466 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf c KUHP atau Pasal 262 ayat (1) KUHP, atas nama Tersangka (I) “PT” dan Tersangka (II) “HN”.


Sementara itu, Kejaksaan Negeri Buru mengajukan dua perkara yang disangkakan melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, masing-masing atas nama Tersangka “AARW” alias Agung dan Tersangka “RFL” alias Oji.


Sebelumnya, pengajuan penyelesaian perkara melalui Mekanisme Keadilan Restoratif diajukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI. Namun, berdasarkan Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nomor: B-73/E/Ejp/01/2026 tanggal 9 Januari 2026, pengendalian dan pengawasan penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing Kepala Kejaksaan Tinggi.


Dengan adanya ketentuan tersebut, pelaksanaan MKR Mandiri dapat diputuskan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi dengan tetap berpedoman pada petunjuk teknis serta berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, prinsip-prinsip utama keadilan restoratif tetap menjadi landasan, yakni sebagai bentuk penegakan hukum yang humanis dengan bertitik tolak pada upaya pemulihan serta menciptakan tata tertib dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.


Setelah mendengarkan pemaparan dari masing-masing Kejaksaan Negeri, melakukan penelitian terhadap kelengkapan administrasi dan substansi perkara, serta mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan prinsip keadilan restoratif, Kajati Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., bersama Tim MKR Kejaksaan Tinggi Maluku memutuskan menyetujui penghentian penuntutan terhadap ketiga perkara yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri SBB dan Kejaksaan Negeri Buru tersebut.


Namun demikian, tidak seluruh pengajuan MKR Mandiri mendapatkan persetujuan. Salah satunya adalah perkara yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Tual dengan sangkaan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atas nama Tersangka “TM” alias Tomi dan Tersangka “RDL” alias Uti.


Dalam perkara tersebut, berdasarkan kasus posisi yang dipaparkan, kedua tersangka diduga telah melakukan kekerasan dan penganiayaan secara berulang terhadap seorang anak yang berada di salah satu perumahan sosial di Kota Tual. Perbuatan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka dan bengkak pada bagian wajah dan kepala.


Atas pertimbangan tersebut, Kajati Maluku menegaskan bahwa perkara dimaksud tidak memenuhi pertimbangan untuk diselesaikan melalui MKR Mandiri dan harus dilanjutkan ke proses persidangan.


“Tindak lanjuti perkara tersebut sampai ke Pengadilan, biarkan terdakwa menjalani hukuman sesuai perbuatannya,” tegas Kajati Maluku.


Keputusan tersebut menunjukkan bahwa penerapan MKR Mandiri tidak semata-mata didasarkan pada terpenuhinya persyaratan administratif maupun ketentuan formal, tetapi juga harus mempertimbangkan substansi perkara, kondisi korban, dampak perbuatan, rasa keadilan masyarakat, serta kepentingan yang lebih luas.


Kajati Maluku menekankan kepada seluruh jajaran agar mampu memilah dan menilai secara cermat perkara-perkara yang memang layak diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif dan perkara-perkara yang harus dilanjutkan ke proses peradilan.


Penerapan MKR Mandiri diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan penegakan hukum yang humanis, berkeadilan, proporsional dan berorientasi pada pemulihan, tanpa mengesampingkan kepentingan korban maupun rasa keadilan masyarakat.


“Jangan hanya berpatokan pada syarat dan ketentuan. Dampak terhadap masyarakat luas juga menjadi pertimbangan penting dalam melaksanakan MKR,” ujar Kajati Maluku.


Pelaksanaan MKR Mandiri di Kejaksaan Tinggi Maluku turut dihadiri oleh para Kepala Seksi pada Bidang Tindak Pidana Umum serta para Jaksa Fasilitator Kejaksaan Tinggi Maluku. Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh para Kepala Kejaksaan Negeri, para Kepala Seksi Tindak Pidana Umum dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri se-Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Maluku.


Dengan pelaksanaan MKR Mandiri ini, Kejaksaan Tinggi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mengedepankan pemulihan, kemanfaatan, kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan restoratif.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Sinergi Diperkuat, Kejati Maluku dan Pelindo Regional 4 Teken MoU Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara

September 10, 2026

Makassar - Info Digital Akurat - Kejaksaan Tinggi Maluku melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 tentang penanganan masalah hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, bertempat di Kantor Pelindo Regional 4, Jalan Soekarno Nomor 1, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (9/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., diwakili oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., didampingi Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, Raden Sudaryono, S.H., M.H., serta para Jaksa Pengacara Negara pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Maluku.


Sementara itu, dari pihak PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, kegiatan dipimpin oleh Executive Director PT Pelindo Regional 4, H. Abdul Azis.


Penandatanganan Kesepakatan Bersama tersebut merupakan bentuk sinergi dan komitmen antara Kejaksaan Tinggi Maluku dengan PT Pelindo Regional 4 dalam mendukung penyelesaian berbagai permasalahan hukum, khususnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.


Melalui kerja sama ini, Kejaksaan Tinggi Maluku melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dapat memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, serta tindakan hukum lainnya kepada PT Pelindo Regional 4 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan kepastian hukum serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan kegiatan PT Pelindo Regional 4, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan perusahaan.


Selain melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama, Kejaksaan Tinggi Maluku bersama PT Pelindo Regional 4 juga melaksanakan Review dan Evaluasi terhadap pekerjaan pembangunan Terminal Penumpang Ambon.


Kegiatan review dan evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan, baik dari aspek administrasi maupun aspek hukum, serta mendukung tercapainya pembangunan infrastruktur yang efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Melalui pelaksanaan MoU serta kegiatan review dan evaluasi tersebut, Kejaksaan Tinggi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder, khususnya dalam memberikan dukungan dan pendampingan hukum guna mewujudkan tata kelola yang baik, kepastian hukum, serta pelaksanaan pembangunan yang akuntabel.


Kerja sama antara Kejaksaan Tinggi Maluku dan PT Pelindo Regional 4 diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan dalam rangka mendukung pembangunan dan pelayanan publik, khususnya di wilayah Maluku.


Penulis : Redaksi |     Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Rabu, 09 September 2026

Pangdam XV/Pattimura Lantik 1.252 Prajurit Muda, Tegaskan Disiplin dan Loyalitas Jadi Kunci Pengabdian

September 09, 2026


Salahutu - Info Digital Akurat - Sebanyak 1.252 mantan siswa Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmataif) TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada). Pelantikan tersebut menandai berakhirnya rangkaian pendidikan sekaligus menjadi awal pengabdian mereka sebagai prajurit TNI AD.


Upacara penutupan pendidikan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Eriwakang Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Rabu (9/9/2026).


Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi 1.252 prajurit muda yang telah melewati berbagai tahapan pendidikan, pembinaan, serta latihan untuk membentuk mental, karakter, kedisiplinan, ketangguhan, dan kemampuan dasar keprajuritan.

Para prajurit sebelumnya menjalani pendidikan secara intensif di Secata Rindam XV/Pattimura sejak 16 Juli 2026. Selama mengikuti pendidikan, mereka ditempa melalui berbagai materi dan latihan yang dirancang untuk mempersiapkan diri menghadapi tugas serta tanggung jawab sebagai prajurit TNI AD.


Dalam perjalanan pendidikan tersebut, dua prajurit berhasil menorehkan prestasi sebagai siswa terbaik pada aspek yang berbeda. Prajurit Dua Muhammad Faisal, asal Panda Ternate, meraih predikat siswa terbaik dalam aspek pengetahuan serta sikap dan perilaku.


Sementara Prajurit Dua Dede Rahanyamtel, asal Panda Ambon, berhasil meraih predikat siswa terbaik pada aspek jasmani. Pencapaian keduanya menjadi bukti dari hasil kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan selama mengikuti seluruh proses pendidikan.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelantikan 1.252 mantan prajurit siswa menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prada.


Pangdam berpesan agar para prajurit muda tersebut mampu segera beradaptasi dengan lingkungan satuan masing-masing serta melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, loyalitas, dan profesionalisme.


“Pelantikan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal dari pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat,” tegas Pangdam.

Setelah resmi dilantik, para prajurit tersebut selanjutnya akan ditempatkan dan diprioritaskan untuk memperkuat batalyon pembangunan atau Batalyon TP yang tersebar di wilayah Kodam XV/Pattimura.


Keberadaan para prajurit muda diharapkan dapat memperkuat sumber daya personel TNI AD sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah pusat maupun daerah, terutama yang berkaitan dengan pembangunan di tingkat kabupaten.

Dengan disandangnya pangkat Prada, 1.252 prajurit muda tersebut kini memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdian. Bekal pendidikan dan latihan yang telah diterima diharapkan menjadi landasan kuat dalam menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, disiplin, loyalitas, serta kehormatan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.


Prosesi penutupan pendidikan dan pelantikan pun berlangsung aman, lancar, khidmat, serta penuh semangat sebagai awal pengabdian para prajurit muda kepada bangsa dan negara.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Jelang HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IX Satukan Doa untuk Keselamatan dan Kelancaran Tugas

September 09, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI AL) Tahun 2026, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX menggelar doa bersama secara serentak sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, Rabu (9/9/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat Zuhur tersebut diikuti para Pejabat Utama (PJU), Kepala Satuan Kerja (Kasatker), prajurit, serta ASN Kodaeral IX. Doa bersama digelar di tempat ibadah masing-masing sesuai agama dan keyakinan personel.


Bagi prajurit dan ASN beragama Islam, doa bersama berlangsung di Masjid Nurul Iman Kodaeral IX dan dipimpin Perwira Rohani (Paroh) Islam, Letda Laut (KH) Muhammad Bafadal. 

Dalam doa tersebut, para jamaah memanjatkan rasa syukur atas perjalanan pengabdian TNI AL sekaligus memohon perlindungan, keselamatan, kesehatan, kekuatan, dan kelancaran agar seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI AL berjalan aman dan lancar.


Doa juga ditujukan bagi seluruh prajurit TNI AL yang tengah melaksanakan tugas di berbagai wilayah, termasuk daerah perbatasan, pulau-pulau terluar, maupun medan operasi.


Selain itu, para jamaah mendoakan para pahlawan dan prajurit yang telah gugur dalam melaksanakan tugas agar seluruh amal ibadah dan pengabdiannya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, personel Kodaeral IX yang beragama Kristen melaksanakan doa bersama di Gereja Mahanaim Kodaeral IX. Ibadah tersebut menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pengabdian TNI AL, sekaligus memohon bimbingan dan perlindungan bagi pimpinan serta seluruh personel yang sedang menjalankan tugas di berbagai wilayah penugasan.


Doa turut dipanjatkan untuk keselamatan keluarga prajurit yang senantiasa memberikan dukungan selama pelaksanaan tugas, serta bagi seluruh personel TNI AL agar diberikan kesehatan, keteguhan hati, dan kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan pengabdian.


Doa bersama serentak ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 TNI AL yang mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Lebih dari sekadar rangkaian seremoni, kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual untuk memperkuat mental, moral, soliditas, dan semangat kejuangan prajurit.


Dengan landasan iman dan pengabdian, seluruh personel Kodaeral IX diharapkan senantiasa siap menjalankan tugas secara profesional, modern, tangguh, serta memberikan pengabdian terbaik bagi kejayaan TNI AL, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Senin, 07 September 2026

Dankodaeral IX Kunjungi Pemkab Malteng, Sinergi Kemaritiman dan Keamanan Jadi Perhatian

September 07, 2026

Malteng - Info Digital Akurat - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., mendorong penguatan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam mengoptimalkan potensi kemaritiman sekaligus membuka peluang lebih luas bagi putra daerah untuk mengabdi melalui TNI Angkatan Laut.


Hal tersebut disampaikan Dankodaeral IX saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Maluku Tengah, Masohi, Maluku, Senin (7/9/2026).


Kunjungan tersebut disambut Asisten I Bupati Maluku Tengah Umar Sopalatu yang mewakili Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dankodaeral IX beserta rombongan. 


Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan TNI AL, khususnya dalam mendukung pembangunan, menjaga keamanan, serta mengoptimalkan potensi wilayah Maluku Tengah.


Dankodaeral IX mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kondisi wilayah sekaligus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan bersama.

Sebagai daerah kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Maluku Tengah memiliki potensi kemaritiman yang strategis dan membutuhkan sinergi lintas sektor dalam pengelolaannya.


Selain penguatan kerja sama kemaritiman, Dankodaeral IX menaruh perhatian terhadap peningkatan partisipasi generasi muda Maluku Tengah untuk mengabdi melalui TNI AL.


Ia berharap semakin banyak putra daerah Maluku Tengah yang dapat mengikuti proses penerimaan prajurit TNI AL. Untuk mewujudkan hal tersebut, calon peserta dapat dipersiapkan dan dibina sejak awal, baik dari aspek fisik, mental, pengetahuan maupun kemampuan dasar, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik saat mengikuti tahapan seleksi.

“Kita berharap semakin banyak putra daerah Maluku Tengah yang dapat bergabung dan mengabdi sebagai prajurit TNI AL. Anak-anak daerah yang memiliki minat dan kemauan dapat dipersiapkan dan dibina terlebih dulu agar lebih siap ketika mengikuti seleksi di Kodaeral IX,” ujar Dankodaeral IX.


Menurutnya, pembinaan generasi muda tersebut bukan sekadar untuk meningkatkan peluang kelulusan dalam proses rekrutmen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi pemuda daerah untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di bidang kemaritiman.


Di sela kunjungan, Dankodaeral IX beserta rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi dan Sholat Dzuhur di Masjid Raya Sepa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat sekaligus melihat secara langsung kondisi sarana ibadah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Negeri Sepa.

Kunjungan kerja tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah diharapkan semakin solid dalam membangun kolaborasi, menjaga stabilitas keamanan wilayah, mengoptimalkan potensi kemaritiman, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda Maluku Tengah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.


Turut hadir Asisten I Bupati Maluku Tengah Umar Sopalatu, Dandim 1502/Masohi Letkol Inf. Adi Eka Jaya Saputra, Kapolres Maluku Tengah AKBP Widy Irawan, Kasi Datun Sri Paulus mewakili Kejari Maluku Tengah, para PJU dan Kasatker Kodaeral IX, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Maluku Tengah.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

BERITA LAIN