Takbir Menggema di Pagi Kemenangan: Hangatnya Idul Fitri dalam Pelukan Silaturahmi - Info Digital Akurat
Deskripsi gambar

BERITA LAIN

Jumat, 20 Maret 2026

Takbir Menggema di Pagi Kemenangan: Hangatnya Idul Fitri dalam Pelukan Silaturahmi


Salahutu - Info Digital Akurat - ‎Suasana pagi yang penuh berkah menyelimuti Dusun Kramat Atas, Desa Tulehu, saat ratusan masyarakat dengan penuh khidmat melaksanakan Sholat Idul Fitri berjamaah di Masjid An-Nur. Lantunan takbir yang menggema sejak subuh seakan menyatukan hati seluruh jamaah dalam satu rasa syukur, haru, dan harapan akan keberkahan di hari kemenangan, Sabtu (21/3/2026).

‎Kehadiran Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ustadz Muchsin Tawainella, S.E., menambah kekhidmatan suasana. Sholat dipimpin oleh Imam Masjid An-Nur Ustadz Nabhan Umasugi, S.Ag, dengan lantunan ayat-ayat suci yang menenangkan jiwa, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Mujid Majid, S.Ag dengan penuh keteduhan menyentuh relung hati yang paling dalam.

‎Dalam khutbahnya, Ustadz Mujid mengajak seluruh jamaah untuk kembali menguatkan tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang oleh waktu, jarak, maupun kesalahpahaman. Ia mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum suci untuk membersihkan hati dan mempererat hubungan antarsesama.

‎Dengan suara yang bergetar penuh ketulusan, beliau mengutip sabda Rasulullah SAW:

‎"Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)

‎Hadist ini menggugah hati jamaah, menyadarkan bahwa menjaga hubungan kekeluargaan bukanlah hal sepele, melainkan bagian dari keimanan yang menentukan kebahagiaan dunia dan akhirat.

‎Ustadz Mujid juga mengangkat sebuah kisah percakapan Rasulullah SAW bersama para sahabat, bahwa perang terbesar dalam kehidupan manusia bukanlah melawan musuh di medan laga, melainkan perang melawan hawa nafsu dalam diri sendiri. Sebuah pengingat yang menancap dalam hati, bahwa kemenangan sejati adalah ketika seseorang mampu mengendalikan dirinya menuju kebaikan.

‎Di penghujung khutbahnya, suasana semakin haru ketika beliau dengan tegas namun penuh kasih menyampaikan pesan yang sederhana, namun sangat dalam maknanya:

‎"Temuilah orang tua yang masih hidup, mohonlah maaf kepada mereka. Jangan tunggu waktu, karena kesempatan tidak selalu datang dua kali."

‎Pesan itu seakan mengetuk relung hati setiap jamaah. Beberapa tampak menunduk, menahan air mata, mengingat wajah orang tua, atau mungkin penyesalan yang belum sempat terucap.

‎Usai sholat dilaksanakan, momen penuh haru pun berlanjut. Jamaah saling berjabat tangan, saling memohon maaf dengan tulus, tanpa sekat, tanpa gengsi. Pelukan hangat terjadi di berbagai sudut masjid, menjadi simbol kembalinya kasih sayang dan persaudaraan.

‎Tak hanya itu, kebersamaan tersebut diabadikan dengan foto bersama, menghadirkan senyum yang tulus setelah hati dibersihkan oleh keikhlasan. Tawa dan kebahagiaan pun menyatu, menutup rangkaian ibadah dengan kenangan indah yang akan terus dikenang.

‎Idul Fitri di Dusun Kramat Atas bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momen suci yang mempertemukan kembali hati yang mungkin sempat jauh. Di Masjid An-Nur, pagi itu, semua larut dalam satu rasa, saling memaafkan, saling menguatkan, dan kembali merajut silaturahmi dengan penuh cinta.


K077A
Editor - Info Digital Akurat
"Kerja keras dan ketekunan adalah kunci dari setiap keberhasilan."

BERITA LAIN