Salahutu - Info Digital Akurat - Semangat literasi politik di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui program Kesbangpol Goes to School yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Maluku. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, sebagai narasumber utama dalam upaya meningkatkan kesadaran politik pelajar sejak dini, Selasa (28/4/2026).
Bertempat di SMA Negeri 22 Maluku Tengah, kegiatan tersebut mengusung tema “Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pelajar di Era Digital”. Acara ini turut dihadiri Kepala Kesbangpol Maluku, Kepala Sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa-siswi yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam pemaparannya, Asis Sangkala menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi pelajar agar tidak tumbuh menjadi generasi yang apatis, mudah terprovokasi, atau terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan bijak dalam menyaring informasi.
Mengusung pesan “Jadi Pelajar Cerdas di Era Digital”, ia menekankan bahwa penggunaan HP dapat menjadi alat pemersatu sekaligus pemecah jika tidak digunakan secara bijak. Para pelajar diingatkan untuk tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten bernuansa SARA, serta selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi di media sosial.
Lebih lanjut, Asis Sangkala juga mengajak pelajar untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal seperti Pela-Gandong dan semangat hidop orang basudara. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam politik adalah hal yang wajar dan tidak boleh merusak persatuan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun di dunia maya.
Selain itu, ia mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan organisasi sekolah seperti OSIS, Pramuka, Rohis, dan PMR sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, dari organisasi tersebut akan lahir calon pemimpin masa depan Maluku yang berintegritas dan berwawasan luas.
Kepala SMAN 22 Maluku Tengah turut mengapresiasi kehadiran dan materi yang disampaikan. Ia menilai kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi siswa bahwa politik bukanlah sesuatu yang harus dijauhi, melainkan perlu dipahami dan disikapi secara cerdas, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
Di akhir kegiatan, semangat perubahan terasa begitu kuat di antara para pelajar. Edukasi politik yang disampaikan bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa masa depan daerah dan bangsa ada di tangan generasi muda yang berpikir kritis, beretika, dan mampu menjaga persatuan. Dari ruang kelas sederhana di Tulehu, harapan besar itu tumbuh, bahwa Maluku ke depan akan dipimpin oleh generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga bijak dalam menyikapi perbedaan.



