Info Digital Akurat
Foto utama artikel
Foto potret tambahan

Selasa, 27 Oktober 2026

Kendala Jaringan Sempat Ganggu TKA, Kemendikdasmen Siapkan Sesi Khusus bagi Murid Terdampak

Oktober 27, 2026


Jakarta - Info Digital Akurat - Komitmen menjaga kelancaran dan keadilan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Di tengah pelaksanaan asesmen jenjang SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat pada 26–27 Oktober 2026, kendala jaringan sempat terjadi pada sesi pertama hari kedua dan berdampak pada sebagian murid. Meski demikian, sesi kedua berlangsung lancar, Selasa (27/10/2026).


Kendala teknis tersebut langsung menjadi perhatian Kemendikdasmen melalui koordinasi dan pemantauan bersama pihak terkait antarkementerian dan lembaga. Upaya penanganan terus dioptimalkan agar pelaksanaan asesmen berjalan sesuai prosedur serta setiap murid memperoleh kesempatan yang adil untuk mengikuti evaluasi kemampuan akademik.


Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menegaskan bahwa pemantauan dan koordinasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan TKA di berbagai wilayah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada satuan pendidikan dan petugas lapangan yang telah bekerja sama menjaga pelaksanaan asesmen tetap berjalan di tengah kendala yang terjadi.


Sebagai langkah tindak lanjut, Kemendikdasmen menyediakan sesi khusus bagi murid yang mengalami kendala dan membutuhkan penjadwalan ulang. Sesi tersebut dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Kebijakan ini memastikan murid yang terdampak tetap memiliki kesempatan mengikuti asesmen dengan mengedepankan prinsip objektivitas, kejujuran, dan keadilan.


Kemendikdasmen turut mengapresiasi dukungan satuan pendidikan, proktor, pengawas, dinas pendidikan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TKA. Para murid juga diimbau untuk tetap tenang, percaya pada kemampuan diri, serta menjalani setiap tahapan asesmen dengan semangat jujur dan gembira. Sebab, kualitas pendidikan bukan hanya diukur dari hasil yang dicapai, tetapi juga dari komitmen memastikan setiap murid memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Senin, 26 Oktober 2026

Dari Bumi Raja-Raja, 144 Petarung Infanteri Tangguh Siap Menjaga Kedaulatan Bangsa

Oktober 26, 2026


Salahutu - Info Digital Akurat - Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara mengiringi langkah 144 prajurit muda TNI Angkatan Darat setelah menuntaskan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Penutupan pendidikan tersebut dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., di Lapangan Sepak Bola Eriwakang Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (26/10/2026).


Upacara penutupan berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang diawali pengambilan sumpah prajurit, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan dasar sekaligus awal perjalanan para Bintara untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit TNI AD.


Dalam amanatnya, Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa kelulusan pendidikan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Para prajurit dituntut mampu membuktikan diri sebagai personel profesional, pemimpin yang berkarakter, serta petarung yang pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan tugas negara.


Pangdam juga menekankan pentingnya peran Bintara dalam struktur organisasi TNI AD. Menurutnya, Bintara merupakan tulang punggung satuan yang tidak hanya bertugas melaksanakan perintah, tetapi juga menjadi penghubung penting antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan tugas di lapangan. Karena itu, setiap prajurit harus memiliki disiplin, integritas, kemampuan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.


Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan keluarga. Pangdam berpesan agar kebanggaan itu dijaga melalui perjalanan karier yang diwarnai prestasi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam melaksanakan setiap tugas. Para Bintara yang baru menyelesaikan pendidikan juga didorong untuk mengikuti pendidikan lanjutan dengan baik dan terus meningkatkan kemampuan diri sebagai bagian dari keluarga besar TNI AD, khususnya Kodam XV/Pattimura.


Mengakhiri amanatnya, Pangdam mengingatkan para prajurit agar senantiasa menjaga kondisi fisik dan mental, meningkatkan profesionalisme, serta membangun jiwa petarung dalam menghadapi dinamika tugas ke depan. Semangat menjadi prajurit yang prima diharapkan terus tertanam dalam setiap pelaksanaan pengabdian kepada bangsa dan negara.


Suasana penutupan pendidikan semakin semarak dengan penampilan berbagai atraksi dan demonstrasi kemampuan prajurit. Sejumlah penampilan yang ditampilkan antara lain display drumband Ksatria Petarung Prima, peragaan Sparko, demonstrasi Taekwondo, hingga simulasi pembebasan tawanan.


Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan kemampuan, ketangkasan, dan kesiapan para prajurit setelah menjalani proses pendidikan. Dengan berakhirnya pendidikan ini, 144 Bintara Infanteri diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh serta menjalankan amanah sebagai prajurit TNI AD yang profesional, disiplin, dan senantiasa siap mengabdi kepada bangsa dan negara.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Minggu, 25 Oktober 2026

Perkuat Evaluasi Pendidikan, Kadisdikbud Maluku Resmi Buka TKA 2026/2027 yang Diikuti 27.032 Siswa dari 412 Sekolah

Oktober 25, 2026

Ambon - Info Digital Akurat - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui kegiatan pembukaan yang dilaksanakan secara daring (online), Senin (26/10/2026).


Dalam sambutannya, Dr. Sarlota menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar agenda evaluasi pendidikan, melainkan langkah strategis untuk memetakan kemampuan akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan menengah di Provinsi Maluku.


Pelaksanaan TKA tahun ini diikuti sebanyak 27.032 peserta didik dari 412 sekolah penyelenggara yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku. Adapun pelaksanaan gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.


Menurut Dr. Sarlota, pelaksanaan TKA memiliki peran penting dalam memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademik peserta didik. Hasilnya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk merumuskan langkah-langkah peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.


Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan TKA harus berlandaskan tiga prinsip utama, yakni kejujuran, kerahasiaan, dan akuntabilitas. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara profesional, tertib, berintegritas, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kepada seluruh peserta didik yang mengikuti TKA, Dr. Sarlota berpesan agar mereka mengerjakan setiap tahapan tes dengan sungguh-sungguh, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran.


Ia mengingatkan agar TKA tidak dipandang sebagai beban ataupun sumber ketakutan, melainkan sebagai kesempatan bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri, mengukur kemampuan akademik, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


“Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh hasil tes, tetapi juga oleh karakter, kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar,” pesan Dr. Sarlota kepada para peserta didik.


Pada kesempatan tersebut, Dr. Sarlota turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah, guru, pengawas, proktor, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras serta menunjukkan komitmen dalam mempersiapkan pelaksanaan TKA Tahun Pelajaran 2026/2027.


Ia meminta seluruh unsur penyelenggara memastikan setiap proses berjalan secara tertib, objektif, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme serta koordinasi yang baik dinilai penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tes di seluruh sekolah penyelenggara di Provinsi Maluku.


Mengakhiri sambutannya, Dr. Sarlota menyatakan secara resmi dibukanya Tes Kemampuan Akademik Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku, seraya memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh rangkaian pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.


Ia berharap momentum pelaksanaan TKA ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


“Selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Tetap semangat, junjung tinggi kejujuran, dan berikan kemampuan terbaik kalian untuk mengukir Maluku yang cerdas, bermutu, dan maju,” pesannya.


Pelaksanaan TKA 2026/2027 diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemetaan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Maluku.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Sabtu, 24 Oktober 2026

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena: Kesiapsiagaan Harus Dibangun Sebelum Bencana Terjadi

Oktober 24, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Keselamatan masyarakat dalam menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat bantuan datang, tetapi juga oleh seberapa siap setiap orang mengambil tindakan ketika ancaman muncul. Di wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami seperti Kota Ambon, pengetahuan tentang kebencanaan menjadi bekal penting yang dapat menentukan keselamatan jiwa.


Kesadaran tersebut mendorong Pemerintah Kota Ambon untuk terus memperkuat langkah mitigasi dan edukasi kebencanaan. Upaya ini diarahkan agar masyarakat tidak sekadar mengetahui adanya ancaman, tetapi juga memahami cara melindungi diri, mengenali jalur evakuasi, dan bertindak tepat ketika menghadapi situasi darurat.


Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun sebelum bencana terjadi. Menurutnya, persiapan sejak dini menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko serta meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh bencana alam.


Penegasan itu disampaikan Wattimena saat diwawancarai di Balai Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026), dalam kaitan dengan pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami yang diselenggarakan dengan memilih Kota Ambon sebagai lokasi kegiatan.


Ia menyampaikan apresiasi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beserta seluruh jajaran atas perhatian dan dukungan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Apresiasi juga disampaikan kepada para pejabat utama BMKG, Kepala Balai Besar, serta Kepala Stasiun Geofisika Ambon Kelas I yang terlibat dalam upaya penguatan edukasi kebencanaan tersebut.


Bagi Wattimena, kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami merupakan kesempatan penting untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai potensi ancaman bencana sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat.


“Kota Ambon memiliki potensi risiko bencana, termasuk gempa bumi. Karena itu, edukasi dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat harus terus dilakukan agar warga memiliki pemahaman serta kemampuan untuk menghadapi bencana dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.


Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak selalu dapat diprediksi secara tepat waktu maupun dampaknya. Karena itu, membangun kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara mendadak, melainkan membutuhkan proses edukasi, latihan, koordinasi, dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.


Wattimena menekankan bahwa bencana tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, melalui persiapan yang baik, risiko dan dampaknya dapat dikurangi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan manusia.


“Bencana tidak bisa kita hindari dan tidak bisa kita tolak, karena pada waktunya akan terjadi. Namun, jika itu terjadi, kita sudah siap, paling tidak untuk mengurangi risiko bencana, terutama korban jiwa. Itu yang paling penting,” ujarnya.


Pernyataan tersebut menempatkan keselamatan jiwa sebagai tujuan utama dari seluruh upaya mitigasi. Sebab, keberadaan fasilitas kebencanaan saja tidak cukup apabila masyarakat belum memahami cara menggunakannya ketika keadaan darurat terjadi.


Dalam situasi gempa bumi, misalnya, masyarakat perlu mengetahui tindakan perlindungan diri yang tepat, termasuk menjauhi benda-benda yang berpotensi jatuh dan mencari perlindungan sesuai kondisi di sekitarnya. Setelah guncangan berhenti, warga harus memperhatikan potensi bahaya lanjutan serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.


Sementara itu, bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir, pemahaman mengenai ancaman tsunami menjadi hal yang sangat penting. Apabila merasakan gempa kuat atau berlangsung lama, warga perlu segera menjauhi pantai dan bergerak menuju tempat tinggi melalui jalur evakuasi yang aman tanpa menunggu peringatan resmi, apabila kondisi tersebut mengindikasikan potensi tsunami.


Langkah-langkah tersebut perlu terus disosialisasikan agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai dan tidak kehilangan waktu berharga ketika menghadapi ancaman bencana.


Penguatan mitigasi di Kota Ambon tidak hanya bertumpu pada imbauan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi dengan BMKG untuk memperluas edukasi serta memperkuat berbagai sarana pendukung kesiapsiagaan.


Wattimena mengungkapkan, kerja sama yang telah dilakukan mencakup pengembangan desa siap tsunami melalui kolaborasi dengan UNESCO, pemasangan rambu-rambu evakuasi, serta penerapan sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami.


Selain itu, BMKG juga telah melaksanakan sekolah lapang bagi nelayan dan sekolah lapang iklim untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai kondisi alam dan risiko yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.


Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana. Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diharapkan mampu memahami informasi kebencanaan dan mengubah pengetahuan tersebut menjadi tindakan nyata.


Pemasangan rambu evakuasi, misalnya, perlu disertai pemahaman mengenai arah dan tujuan penyelamatan. Begitu pula sistem peringatan dini harus didukung kesadaran masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dan segera mengambil langkah sesuai arahan keselamatan.


Dengan demikian, mitigasi tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan infrastruktur, tetapi juga mengenai kesiapan manusia dalam merespons setiap ancaman.


Membangun kesiapsiagaan tidak harus selalu dimulai melalui kegiatan berskala besar. Lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas masyarakat dapat menjadi ruang awal untuk menanamkan budaya sadar bencana.


Setiap keluarga dapat mulai dengan mengenali jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggal, menentukan titik berkumpul yang aman, serta memastikan seluruh anggota keluarga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.


Sekolah dan lingkungan permukiman juga memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman kebencanaan, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam proses evakuasi.


Di sisi lain, masyarakat perlu membiasakan diri memperoleh informasi dari sumber resmi, termasuk BMKG dan instansi kebencanaan terkait. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan dan menghambat pengambilan keputusan pada saat situasi darurat.


Kesadaran tersebut menjadi semakin penting karena kesiapsiagaan bukan hanya menyangkut kemampuan menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga membangun kepedulian terhadap keselamatan orang lain.


Ketika pemerintah, lembaga teknis, dan masyarakat bergerak bersama, upaya mengurangi risiko bencana dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.


Wali Kota Ambon berharap kerja sama antara Pemerintah Kota Ambon dan BMKG terus diperkuat agar edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.


Penguatan mitigasi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tertentu, tetapi terus berkembang melalui sosialisasi, pendidikan kebencanaan, simulasi evakuasi, serta penyediaan informasi yang mudah dipahami warga.


Bagi Kota Ambon, membangun budaya sadar bencana merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah menghadapi berbagai potensi ancaman alam.


Sebab, kesiapsiagaan bukan tentang hidup dalam ketakutan terhadap bencana, melainkan tentang membangun keberanian yang disertai pengetahuan, kewaspadaan, dan kemampuan bertindak secara tepat.


Ketika gempa bumi atau ancaman tsunami datang, masyarakat yang telah memahami langkah penyelamatan memiliki bekal lebih baik untuk menghadapi keadaan darurat.


Melalui penguatan mitigasi, kolaborasi lintas lembaga, dan partisipasi masyarakat, Ambon diharapkan semakin siap menghadapi risiko bencana. Karena pada akhirnya, kesiapan yang dibangun hari ini bukan hanya untuk menghadapi kemungkinan terburuk, tetapi juga untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat di masa depan.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Semarak HUT ke-69 Kota Masohi, “Saparua Berlari” Satukan Pelari dari Berbagai Daerah hingga Mancanegara

Oktober 24, 2026

Saparua - Info Digital Akurat Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Fun Run 10 KM bertajuk “Saparua Berlari” yang dipusatkan di depan Benteng Duurstede. Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, bersama Wakil Bupati Mario Lawalata dan anggota DPRD Maluku Tengah secara resmi melepas para peserta yang berjumlah 176 pelari, Sabtu (24/10/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi Tahun 2026. Peserta yang ambil bagian berasal dari Saparua dan berbagai daerah lainnya, termasuk pelari dari mancanegara, sehingga menambah semarak penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.


Dengan mengambil titik start dan finis di depan Benteng Duurstede, para peserta menempuh lintasan sepanjang 10 kilometer yang melewati sejumlah lokasi di Pulau Saparua. Rute tersebut mencakup kawasan RSUD Saparua, Puskesmas Porto Haria, hingga Taman Wisata Pantai Batu Pintu Haria.


Pemilihan Saparua sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki catatan sejarah dalam perkembangan olahraga di Maluku Tengah dan dikenal telah melahirkan banyak atlet berprestasi, terutama di cabang olahraga atletik. Melalui kegiatan ini, potensi olahraga daerah sekaligus daya tarik Saparua diharapkan semakin dikenal luas.


Persaingan antarpeserta berlangsung dalam dua kategori, yakni putra dan putri. Pada kategori putra, Muhammad Rizki Ode asal Tulehu berhasil menjadi finisher pertama dengan catatan waktu 38 menit. Sementara itu, kategori putri diraih oleh Mey Latuperissa asal Haria dengan waktu tempuh 51 menit.


Penyelenggaraan “Saparua Berlari” tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan dan ketahanan para pelari, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat melalui olahraga. Kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara turut memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-69 Kota Masohi Tahun 2026.


Melalui kegiatan ini, Saparua kembali mendapat ruang untuk menunjukkan potensi dan sejarahnya dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memperkuat semangat masyarakat Maluku Tengah dalam mengembangkan budaya hidup sehat dan olahraga.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Jumat, 23 Oktober 2026

Empat Srikandi Kodaeral IX Siap Tunjukkan Ketajaman Bidikan di Pangkorpasgat Open 2026

Oktober 23, 2026


Ambon - Info Digital Akurat - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX mengirimkan empat atlet menembak wanita untuk berlaga dalam Pangkorpasgat Open Menembak Pistol 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Lapangan Tembak Korpasgat (Jingga SC), Sulaeman, Bandung, Jawa Barat.


Pelepasan kontingen tersebut dipimpin Inspektur Kodaeral IX, Kolonel Marinir Eko Priyo Handoyo mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. di Loby Depan Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Jumat (23/10/2026) dihadiri para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral IX.


Empat atlet yang akan mewakili Kodaeral IX ialah Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, Sertu Bek/W Nur Syamsah, Sertu Bah/W Rifdah Syafiqoh Kahar, dan Sertu TTU/W Anggun Wulandari.

Dalam kesempatan tersebut Inspektur Kodaeral IX memberikan motivasi kepada para atlet agar mempersiapkan diri secara optimal, menjaga kebugaran fisik dan kesiapan mental, serta mengerahkan kemampuan terbaik selama pertandingan.


Para atlet juga diharapkan bertanding dengan percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga nama baik satuan TNI Angkatan Laut khususnya Kodaeral lX.


Keikutsertaan empat srikandi Kodaeral IX ini lanjutnya, menjadi bagian dari upaya pembinaan kemampuan dan peningkatan prestasi prajurit, khususnya di cabang olahraga menembak.

Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan untuk menguji ketepatan, konsentrasi, disiplin, dan ketenangan atlet dalam menghadapi persaingan.


Selain mengejar prestasi, ajang ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta meningkatkan profesionalisme dan semangat kompetisi yang sehat antarprajurit TNI.

Melalui keikutsertaan tersebut, Kodaeral IX berharap keempat atlet mampu menampilkan performa terbaik dan meraih hasil membanggakan, sekaligus membawa nama Kodaeral IX dan TNI Angkatan Laut di tingkat nasional.


Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

Kepemimpinan Baru SMA Negeri 31 SBB, Momentum Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Oktober 23, 2026


Nuruwe (SBB) - Info Digital Akurat - Pergantian kepemimpinan di SMA Negeri 31 Seram Bagian Barat (SBB), yang berlokasi di Desa Nuruwe, menjadi momentum baru bagi pengembangan dunia pendidikan di wilayah tersebut. Merylin B.A Gasperz, S.Pd., M.Pd., hadir untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah yang baru, menggantikan Florence M. Kamlatu, S.Pd., dengan harapan dapat membawa semangat baru bagi kemajuan sekolah.


Kedatangan Merylin B.A Gasperz di SMA Negeri 31 SBB diantar oleh rombongan dari SMA Negeri 2 Ambon. Kehadiran rombongan tersebut menjadi bagian dari proses penyambutan pimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan program-program pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran bagi para peserta didik, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Raja Negeri Nuruwe, Simon Matital. Kehadiran pimpinan negeri ini menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan serta dukungan bagi kepala sekolah yang baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di SMA Negeri 31 SBB.


Dalam sambutannya, Raja Negeri Nuruwe, Simon Matital, menyampaikan bahwa Pemerintah Negeri Nuruwe menyambut baik kehadiran Merylin B.A Gasperz sebagai kepala sekolah yang baru. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan Merylin datang dan menerima amanah untuk memimpin SMA Negeri 31 SBB.

Pemerintah Negeri Nuruwe berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat membawa perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi siswa. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kedisiplinan, serta karakter yang baik.


Kepemimpinan baru ini juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan program pendidikan yang berdampak nyata bagi siswa maupun tenaga pendidik. Melalui perencanaan yang matang, kerja sama yang baik, serta pelaksanaan program secara berkelanjutan, SMA Negeri 31 SBB diharapkan terus berkembang dan mampu mempersiapkan generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, pergantian kepala sekolah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pihak sekolah, pemerintah negeri, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat. Dukungan seluruh unsur tersebut dinilai penting agar setiap program pendidikan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran.


Dengan hadirnya Merylin B.A Gasperz, S.Pd., M.Pd., masyarakat Negeri Nuruwe menaruh harapan agar SMA Negeri 31 Seram Bagian Barat semakin berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang unggul. Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para siswa untuk meraih masa depan yang lebih cerah.



Penulis : Redaksi | Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

Selengkapnya

BERITA LAIN