Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa peringatan ini lebih dari sekadar seremonial rutin. Menurutnya, momentum tersebut merupakan wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan tanpa pamrih para pahlawan kusuma bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati menyoroti dua pelajaran penting yang diwariskan oleh Martha Christina Tiahahu bagi generasi muda. Pertama, usia muda seharusnya dimanfaatkan untuk berkarya, menunjukkan prestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara, bukan sekadar bersenang-senang.
“Kedua, keteladanan Martha Christina Tiahahu membuktikan bahwa perempuan Maluku memiliki potensi luar biasa. Mereka memiliki hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berkontribusi pada pembangunan di berbagai bidang kehidupan,” ujar Bupati.
Tema kegiatan, “Meneladani Perjuangan Martha Christina Tiahahu untuk Membangun Nasionalisme Generasi Muda Maluku,” dinilai Bupati sangat relevan. Ia menekankan bahwa semangat kepahlawanan, keberanian, dan pengorbanan srikandi muda ini harus menjadi inspirasi abadi bagi pemuda dan pemudi masa kini.
Bupati berharap generasi muda mampu meneladani nilai-nilai perjuangan Martha Christina Tiahahu untuk membangun nasionalisme yang kuat dan kontekstual dengan tantangan zaman modern. “Terutama bagi kaum perempuan Maluku, agar bangkit sebagai pejuang pembangunan melalui inovasi, prestasi, dan karya nyata demi kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Maluku Tengah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh secara intelektual, spiritual, dan emosional, serta siap menjadi motor pembangunan daerah.
Lebih jauh, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga harmonisasi sosial, meneladani budaya pela gandong, dan menjadikan semangat patriotisme Martha Christina Tiahahu sebagai penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memajukan Kabupaten Maluku Tengah.
EDITOR : K077A




