SBB - Info Digital Akurat - Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus digalakkan di wilayah pedesaan. Salah satunya terlihat di Dusun Kawatu, Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), di mana masyarakat setempat menggelar pertemuan bersama untuk membentuk kelompok tani dan kelompok tani hutan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Dusun Kawatu pada pukul 14.30 WIT. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBB Ibrahim Tuharea, Kepala Desa Rumberu Musa Tibaly, Sekretaris Dusun Kawatu Dante Matoke, serta pemerhati pertanian Kabupaten SBB, Geral Wakano. Turut hadir pula puluhan warga, tokoh-tokoh masyarakat, dan Satgas Swasembada Pangan.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Geral Wakano itu difokuskan pada pembentukan kelompok tani sebagai langkah awal pengelolaan lahan pertanian secara terorganisir dan berkelanjutan di Dusun Kawatu.
Dalam arahannya, Kepala Desa Rumberu Musa Tibaly menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung setiap program pengembangan pertanian yang dapat dikembangkan di wilayahnya, khususnya di Dusun Kawatu. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling bergandengan tangan dan bahu-membahu dalam meningkatkan sektor pertanian demi pemenuhan kebutuhan pangan lokal.
“Program pertanian yang dilaksanakan melalui pembentukan kelompok tani ini diharapkan mampu mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat Dusun Kawatu,” ujar Tibaly.
Sementara itu, tokoh masyarakat Mansur Tuharea menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lahan pertanian di Dusun Kawatu yang cukup luas namun belum dikelola secara maksimal. Dalam arahan singkatnya, ia mengajak masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman keras dan mulai fokus memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan pertanian produktif.
Tuharea juga menjelaskan potensi tanaman seperti jagung dan ketimun, bahkan padi gogo, yang dapat dikembangkan apabila lahan dikelola dengan baik. Menurutnya, hasil pertanian tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu membantu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.
“Dusun Kawatu memiliki lahan yang luas dan masyarakatnya juga memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menanam jagung dan padi gogo,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBB Ibrahim Tuharea mengimbau masyarakat agar segera membentuk kelompok tani. Menurutnya, keberadaan kelompok tani sangat penting sebagai syarat untuk memperoleh berbagai bantuan pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa dari alokasi Dana Desa (ADD/DD) tersedia sekitar 20 persen yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Pada akhirnya, masyarakat Dusun Kawatu menyatakan kesepakatan dan dukungan penuh terhadap pembentukan kelompok tani sebagai langkah strategis dalam mengelola lahan pertanian, meningkatkan pendapatan, serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
EDITOR : K077A


