Ambon - Info Digital Akurat - Suasana penuh khidmat dan sukacita mewarnai pembukaan Sidang Jemaat ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon yang digelar di Gereja Karn Hattin Negeri Seilale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (15/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap peran strategis gereja dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran Kapolda menjadi wujud nyata komitmen Kepolisian Daerah Maluku dalam memperkuat kolaborasi antara institusi negara dan lembaga keagamaan sebagai pilar utama pembangunan moral serta penjaga stabilitas sosial di daerah.
Sidang jemaat yang mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10) tersebut tidak hanya merefleksikan perjalanan historis Gereja Protestan Maluku menuju satu abad pengabdian, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus panggilan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan aman dan penuh sukacita. Ia menegaskan bahwa sidang jemaat bukan sekadar agenda internal gereja, melainkan forum strategis yang memiliki implikasi luas terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Persidangan ini bukan hanya membahas program pelayanan gereja, tetapi juga menentukan arah kontribusi gereja dalam membangun masyarakat yang bermoral, berkarakter, dan berintegritas,” ujar Kapolda.
Klasis Pulau Ambon yang terdiri dari 25 jemaat dengan jumlah kurang lebih 64.000 jiwa dinilai sebagai kekuatan sosial yang sangat besar. Potensi tersebut, menurut Kapolda, apabila dikelola secara optimal, dapat menjadikan gereja sebagai motor penggerak perubahan sosial yang positif di tengah masyarakat.
Kapolda juga menegaskan bahwa Kota Ambon merupakan pusat gravitasi Maluku. Persepsi terhadap Maluku kerap dibentuk dari dinamika sosial yang terjadi di Ambon.
“Kalau Ambon aman dan maju, maka Maluku akan ikut maju. Karena itu menjaga Ambon berarti menjaga wajah Maluku di mata nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Ia turut menjelaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku secara umum berada dalam situasi aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat, termasuk pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial, berjalan normal tanpa gangguan yang berarti.
Melalui momentum persidangan ini, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan semakin kokoh, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya saing menuju Maluku yang lebih maju dan sejahtera.
EDITOR : K077A




