Tulehu - Info Digital Akurat - Setelah pelaksanaan sholat Isya berjamaah di Masjid An-Nur Dusun Kramat Atas, jamaah mendapatkan tausiyah yang begitu menyentuh hati dari Ustadz Ahmad Fatoni, tentang keutamaan berpuasa. Suasana masjid yang tenang dan penuh khidmat membuat setiap kata yang disampaikan terasa meresap hingga ke relung hati. Tausiyah ini mengingatkan kembali bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membersihkan hati dari segala noda dosa.
Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Ustadz Muchsin Tawainella, S.E., yang memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan keagamaan ini.
Ustadz Ahmad memulai tausiyah dengan menekankan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS. Al-Baqarah: 183). Beliau menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan lisan, hati, dan perbuatan dari hal-hal yang tidak diridhai Allah.
Selanjutnya, Ustadz Ahmad mengingatkan jamaah tentang hadits Nabi Muhammad SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan hadits ini, beliau mengajak jamaah untuk meneguhkan niat setiap puasa, agar menjadi ibadah yang murni dan membawa keberkahan bagi kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menekankan bahwa puasa adalah sekolah bagi jiwa. "Saat kita lapar dan haus, hati kita dilatih untuk bersabar. Saat kita menahan amarah dan lisan, kita belajar menenangkan hati. Semua itu membentuk karakter seorang mukmin sejati," ujar Ustadz Ahmad dengan suara lembut namun penuh kekuatan spiritual. Jamaah terlihat terharu, beberapa menundukkan kepala, merenungi makna sabar dan ikhlas dalam ibadah.
Tausiyah dilanjutkan dengan pesan agar puasa menjadi sarana solidaritas sosial. Ustadz Ahmad menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, memberi makan orang yang berpuasa atau fakir miskin, serta menjaga kebersamaan dalam masyarakat. "Puasa sejati bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menebar kasih dan kepedulian kepada orang lain," katanya.
Setelah tausiyah, Kepala KUA Kecamatan Salahutu memberikan sambutan singkat. Beliau menyampaikan, "Kegiatan tausiyah seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran spiritual sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Semoga setiap ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan membawa keberkahan dan memperkuat solidaritas antarwarga."
Acara kemudian dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah, diikuti oleh seluruh jamaah dengan penuh semangat dan kekhusyukan.
EDITOR : K077A
