KUA Kecamatan Salahutu Gandeng Sekolah Dalam Pembinaan Remaja, Bahaya Media Sosial dan Narkoba Jadi Sorotan - Info Digital Akurat
Deskripsi gambar

BERITA LAIN

Deskripsi gambar

Kamis, 24 September 2026

KUA Kecamatan Salahutu Gandeng Sekolah Dalam Pembinaan Remaja, Bahaya Media Sosial dan Narkoba Jadi Sorotan


Tulehu - Info Digital Akurat - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salahutu terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang merupakan salah satu program Kementerian Agama.


Kegiatan BRUS tersebut dilaksanakan di SMK Rijali Salahutu dan diikuti oleh para peserta didik. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kamis (24/9/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMK Rijali Salahutu, Mirna Laila Ohorella, ST., Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. Dr. Abdullah Latuapo, Kanit Intel Densus 88 AKP Irawan Rumasoren, Rektor UIN AM Sangadji Prof. Dr. H. Abidin Wakano, pegawai KUA Kecamatan Salahutu, serta dewan guru SMK Rijali Salahutu.


Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Rijali Salahutu, Mirna Laila Ohorella, ST., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan BRUS di lingkungan sekolah.


Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam memberikan pembinaan dan wawasan kepada peserta didik, khususnya dalam membentuk karakter serta mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.


“Ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena SMK Rijali Salahutu dapat menjadi tempat pelaksanaan kegiatan BRUS. Kehadiran KUA Kecamatan Salahutu bersama para narasumber memberikan nilai positif dan wawasan yang sangat berarti bagi anak-anak didik kami,” ujar Kepsek


Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.


Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Salahutu, Muchsin Tawainella, S.E., menjelaskan bahwa BRUS merupakan bagian dari program Kementerian Agama yang dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan terhadap remaja usia sekolah.


Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah sangat penting karena masa remaja merupakan fase pembentukan karakter dan penentuan arah masa depan. Para remaja perlu diberikan pemahaman yang baik agar memiliki kesiapan pengetahuan, mental dan karakter sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.


Salah satu perhatian utama dalam program BRUS adalah pencegahan pernikahan dini. Para remaja diberikan pemahaman agar mampu mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi pendidikan, mental, sosial maupun kehidupan berkeluarga.


“Kita melakukan pembinaan mulai dari tingkat bawah agar para remaja memiliki bekal yang baik, termasuk dalam mencegah pernikahan dini dan mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan rumah tangga,” ungkap Kepala KUA


Selain persoalan pernikahan dini, Kepala KUA juga mengingatkan para pelajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di era digital, khususnya pengaruh negatif media sosial.


Menurutnya, media sosial memiliki manfaat apabila digunakan secara bijak, namun juga dapat menjadi sumber berbagai pengaruh negatif apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab. Para remaja diminta untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak mengikuti ajakan negatif, serta berhati-hati terhadap konten yang dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir.


“Anak-anak kita harus bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar, jangan mudah mengikuti ajakan yang tidak jelas, karena media sosial juga bisa menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif apabila tidak digunakan dengan baik,” pesannya.


Kepala KUA Kecamatan Salahutu itu juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.


Ia menegaskan bahwa narkoba bukan hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu pendidikan, hubungan keluarga, kehidupan sosial dan masa depan seorang anak.


“Kami juga mengingatkan para remaja untuk menjauhi narkoba. Jangan sampai rasa ingin tahu atau ajakan dari lingkungan membuat anak-anak kita terjerumus. Masa depan masih panjang, karena itu harus dijaga sejak sekarang,” tegasnya.


Kepala KUA berharap para pelajar dapat mengisi masa muda dengan kegiatan positif, memperkuat pendidikan, meningkatkan pengetahuan keagamaan, menjaga pergaulan serta membangun karakter yang baik serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.


Kegiatan BRUS di SMK Rijali Salahutu kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Rafi’i.


Penulis : Redaksi |     Editor : Admin

Suara Anda Penting
Bagi Kami


Di Media Info Digital Akurat, akurasi merupakan prioritas utama kami. Apabila Anda menemukan informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi.

Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan koreksi apabila diperlukan, demi menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berkualitas bagi masyarakat.

BERITA LAIN