Kapolsek Salahutu Gandeng Kepala Sekolah di Tulehu: Bahu-Membahu Tekan Kenakalan Remaja dan Tawuran Pelajar - Info Digital Akurat

BERITA LAIN

Deskripsi gambar

Jumat, 05 Desember 2025

Kapolsek Salahutu Gandeng Kepala Sekolah di Tulehu: Bahu-Membahu Tekan Kenakalan Remaja dan Tawuran Pelajar


Salahutu - Info Digital Akurat - Dalam upaya menekan dan menghentikan aksi kenakalan remaja khususnya tawuran pelajar, Kapolsek Salahutu AKP Aris, S.Sos menggelar pertemuan dengan para Kepala Sekolah tingkat SMA di wilayah Negeri Tulehu. Pertemuan ini berlangsung pada Sabtu, 06 Desember 2025 pukul 09.30 WIT di Kantor Polsek Salahutu. Kegiatan ini bertujuan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.


Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kuraisin Ohorella (Kepsek SMA Nambuasa), La Amin (Kesiswaan SMA 5 Malteng), Mirna Laila Ohorella, S.T. (Kepsek SMK Rijali), La Ode Wari (Waka Sek Kurikulum SMA 22 Malteng), Zainul Wailissa (Humas MAN 1 Malteng), serta personel Polsek Salahutu AIPDA A. Ipiwatu (Kanit Bimas), AIPDA Steven Simantauw (KA SPKT Shif I) dan Brigpol Maharditya Awandi.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kapolsek Salahutu. Dalam arahannya, Kapolsek menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di Negeri Tulehu saat ini masih dalam kondisi baik. Namun demikian, beberapa waktu terakhir terjadi tawuran antar sekolah yang telah ditangani Polsek dengan cara pemanggilan siswa-siswa yang terlibat, meski belum memberikan efek jera karena pendekatan yang digunakan masih berupa pembinaan.


Kapolsek menegaskan bahwa dalam dua minggu terakhir, aksi tawuran semakin meluas hingga berkisar kejar-kejaran di luar lingkungan sekolah. Ia meminta pihak sekolah memberikan sanksi tegas bagi siswa yang terlibat untuk menciptakan efek jera. Kapolsek juga meminta pihak sekolah mendata siswa yang pernah terlibat tawuran dan berharap data tersebut dapat diterima minggu depan agar pihak Polsek dapat melakukan pembinaan langsung kepada orang tua.


Selain itu, Kapolsek mengimbau agar sekolah mempertimbangkan libur lebih cepat setelah pelaksanaan ulangan, sehingga siswa tidak berkeliaran di luar sekolah yang berpotensi memicu tawuran.

Dalam sesi diskusi, beberapa masukan disampaikan oleh kepala sekolah dan perwakilan sekolah. La Ode Wari mengusulkan solusi terkait siswa yang tinggal di luar Negeri Tulehu seperti Waai dan Liang, dimana mereka sering mengalami pemalakan oleh kelompok tertentu saat pulang sekolah.


Selanjutnya, La Amin menjelaskan bahwa sekolahnya, SMA 5 Malteng, memiliki banyak siswa berdomisili di Negeri Tulehu. Ia mengungkapkan bahwa telah dilakukan sweeping sebanyak 3 kali dan ditemukan sebilah pisau serta 3 buah roti kalung yang dibawa siswa. Ia meminta dukungan Polsek untuk memberikan imbauan rutin, baik saat upacara maupun apel, serta mengarahkan anggota untuk hadir pada jam pulang sekolah.


Masukan dari Zainul Wailissa menyoroti perlunya anggota kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas pada jam masuk dan pulang sekolah lebih awal. Ia menambahkan bahwa siswa-siswi yang berkeliaran di luar sekolah pada jam pelajaran harus diamankan dan dikembalikan ke sekolah.


Masukan lain datang dari Kuraisin Ohorella yang mengkhawatirkan situasi menjelang ujian sekolah, terutama bagi siswa yang berasal dari Liang, serta guru honor dan siswa dari Negeri Tial, yang merasa takut akibat konflik yang terjadi sebelumnya antara warga Tial dan Tulehu. Ia berharap Polsek menghadirkan personel untuk pengamanan selama ujian berlangsung.


Sementara itu, Mirna Laila Ohorella meminta agar Polsek rutin menghadirkan anggota setidaknya sekali dalam seminggu untuk memberikan arahan dan himbauan kepada siswa agar perilaku mereka dapat lebih terkontrol. Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama para peserta.


Pada pukul 10.10 WIT, kegiatan ditutup dengan situasi aman dan lancar, serta kondisi Kamtibmas tetap terkendali. (K077A)

BERITA LAIN